Outing Class ke Perusahaan, Ekskul Keahlian Entrepreneur

609

Radlatul Athfal (RA) Masyithoh Butuh, TK Pertama yang Mengenalkan Wirausaha

Sebagian besar taman kanan-kanak (TK) lebih difokuskan sebagai tempat belajar membaca dan menulis serta bermain yang menyenangkan. Tapi tidak demikian dengan Radlatul Athfal (RA) Masyithoh Butuh. RA ini justru menanamkan jiwa entrepreneur sejak dini.
 
ABAZ ZAHROTIEN, Temanggung
 
”SAYA mau buka usaha distro,” kata Fatika Hilda Aqila Choruna, salah seorang siswa RA Masyithoh, yang tengah asyik bermain bersama seorang badut di tengah pesta perpisahan siswa di halaman gedung Juang Temanggung, Minggu (8/6) pagi kemarin.
Jawaban ini cukup mengejutkan. Maklum, biasanya anak-anak TK lebih banyak mengatakan ingin menjadi polisi, tentara, atau dokter. Yang menarik, jawaban ingin menjadi pengusaha, hampir semuanya disampaikan oleh seluruh siswa. Hanya beberapa gelintir siswa saja yang bercita-cita lain.
Inilah perbedaan TK Masyithoh Butuh dibandingkan sebagian besar TK yang ada saat ini. Lembaga ini merupakan TK pertama di Kabupaten Temanggung yang menanamkan secara khusus jiwa-jiwa entrepreneur kepada seluruh peserta didiknya. Maka, wajar jika pada akhirnya, peserta didik lebih memilih bercita-cita menjadi pengusaha, dibandingkan menjadi pekerja.
”Ini memang usia emas. Pada usia ini, kita kenalkan kepada mereka tentang entrepreneur, sehingga kelak mereka mengikuti langkah menjadi pengusaha. Tentu karena mereka masih TK, mereka belum dikenalkan teknis usaha, melainkan lebih pada kunjungan dan wacana-wacana kewirausahaan,” kata Kepala RA Masyithoh Butuh, Anisah Rahmanti.
Keseharian, selain mengajarkan calistung (baca, tulis dan berhitung), para siswa dikenalkan tentang bidang usaha dan bagaimana prospek menjadi pengusaha. Biasanya, pelajaran entrepreneur disisipkan dalam tema-tema pelajaran yang sedang dibahas. ”Lalu, setelah tema itu selesai kita outing class ke perusahaan-perusahaan yang ada. Para pengusaha kita minta untuk memaparkan kepada anak-anak tentang bentuk usahanya serta suka dukanya menjadi pengusaha,” terangnya.
Setelah mendapatkan pengetahuan dari pengusaha, para siswa lantas diajak berdiskusi tentang hasil kunjungannya ke perusahaan-perusahaan tersebut. Tentu, pendapat mereka sangat beragam. Ada yang hanya paham tentang bentuk usaha, ada juga yang paham tentang kekhasan usahanya; serta ada yang memahami alur cerita pendirian usaha.
”Kami melihat bahwa menjadi entrepreneur adalah prospek besar ke depan. Untuk itu, pada usia emas harus dikenalkan dengan baik, sehingga pada usia remaja dan dewasa tinggal mengembangkan apa yang mereka pahami itu. Sebab tidak semua orang bisa menjadi dokter, polisi atau tentara seperti kebanyakan cita-cita anak-anak, tetapi semua orang bisa menjadi entrepreneur meskipun sebagai polisi, dokter ataupun tentara,” papar Anis.
Dunia perbankan juga diperkenalkan bagi anak-anak. Perbankan adalah dunia usaha yang menjadi salah satu lembaga penyedia modal bagi perusahaan. Untuk itu, anak-anak didik diarahkan untuk mengetahui tentang perbankan berikut layanan. ”Kami ajarkan juga tentang kesadaran menabung.”
Berlabel agama, tentu RA Masyithoh tidak melepaskan pendidikan keagamaan bagi anak didiknya. Pelajaran agama menjadi pelajaran yang tidak diajarkan secara teoritis. Tapi juga diperkenalkan dalam praktik. Mulai dari praktik ibadah wajib sampai ibadah yang sunah.
”Untuk kegiatan ekstrakurikuler kami ada cooking kids, drum band, renang, bahasa Inggris, jarimatika, melukis dan computer kids. Semua itu mengarah pada bidang wirausaha yang bisa digeluti,” ucap pengelola sekolah, Kholid Usman.
RA Masyithoh merupakan TK pertama di Temanggung. Didirikan oleh salah seorang ulama di Kelurahan Butuh, Kecamatan Temanggung, KH Saluki Khaeroni. Istrinya, Hj Rodijah, sejak 1963, menjadi kepala sekolah. Awalnya, TK ini seperti sekolah pada umumnya, namun dalam pengembangan selanjutnya diarahkan spesifik menjadi TK keagamaan yang mendidik entrepreneur sejak dini. (*/lis/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.