Pengantin Sunat Dikawal Jathilan

307

TANJUNG MAS—Arak-arakan pengantin sunat kemarin (7/6) berlangsung di Tambaklorok RT 1 RW XIII, Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara. Anak yang dikhitan berdandan perpaduan antara adat Jawa dengan Arab tersebut diarak keliling kampung. Tradisi pengantin sunat ini sekarang memang jarang dilakukan oleh warga Kota Semarang, karena selain ribet juga membutuhkan biaya tidak sedikit. Praktis, acara kemarin menjadi tontonan warga di sepanjang jalan yang dilewati.
Anak yang akan sunat kemarin bernama Muhammad Lutvi Khakim. Orangtua pengantin sunat, Amiroh, mengatakan, tradisi itu sudah digelar secara turun temurun oleh warga Tambaklorok. “Ini keinginan anak saya, Muhammad Lutvi Khakim. Apabila dikhitan, dia minta harus diarak,” katanya.
Pengantin sunat diarak dengan kuda yang dihias pernak-pernik yang warna keemasan. Ada 6 kuda yang ditunggangi. Dua kuda untuk pengantin sunat, sedangkan sisanya untuk pengawal. Pengantin sunat juga dikawal sekelompok pemain jathilan dan terbangan yang mengiringi perjalanan mengelilingi kampung sejauh 1 km. Selain itu juga ada pohon manggar yang diperebutkan warga. (hid/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.