Tim Akan Cek Kelaikan Wahana Dugderan

306

BALAI KOTA – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Semarang tidak akan mengeluarkan izin K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) yang diajukan pengelola wahana permainan yang akan mengoperasikan wahananya di dalam Dugderan. Pihaknya bersama SKPD terkait akan menerjunkan tim untuk mengecek semua wahana permainan dalam Dugderan, utamanya wahana permainan yang menggunakan mesin dan melibatkan penumpang banyak.
”Kemarin kita sudah komunikasi dengan Kepala Dinas Pasar, kita akan menerjunkan tim untuk memeriksa semua alat permainan yang sifatnya menggunakan mesin. Kita periksa keselamatan kerjanya,” terang Kepala Disnakertrans Kota Semarang Gunawan Sapto Giri kepada Radar Semarang, kemarin (8/6).
Diakui Gunawan, saat ini proses penurunan izin K3 belum tuntas. Sebab, masih menunggu hasil pantauan tim di lapangan. Pihaknya tidak akan memberikan izin jika memang kondisi wahananya tidak layak atau rawan mencelakakan. ”Izin K3 sampai saat ini belum tuntas. Harapan kita semua mesin yang digunakan untuk permainan orang banyak dalam kondisi layak. Sehingga dalam pelaksanaan permainan itu tidak menimbulkan kecelakaan kerja,” tandasnya.
Seperti diketahui, Dugderan merupakan agenda rutin jelang bulan Ramadan. Kali ini Dugderan akan digelar mulai 13-28 Juni. Jika dibanding tahun lalu, memang lebih lama tiga hari. Sebab tahun lalu penyelenggaraan Dugderan hanya 12 hari. ”Semua sudah kita siapkan, mulai denah, peta, hingga lapak pedagang. Kita siapkan 250-300 pedagang dan jasa permainan,” terang Kepala Dinas Pasar Kota Semarang, Trijoto Sardjoko, kemarin.
Trijoto menyatakan, para pelaku usaha jasa permainan harus menunjukkan surat K3 dari Disnakertrans, jika tidak bisa menunjukkan, Dinas Pasar juga tidak akan memberikan izin sewa lapak Dugderan. ”Kalau tidak bisa menunjukkan kita tidak izinkan. Saya minta pengelola memastikan sudah benar-benar sip betul, karena menyangkut keamanan dan keselamatan pemakaiannya,” kata Trijoto.
Trijoto menambahkan, nilai sewa lapak masih seperti tahun lalu, yakni 15 ribu per meter per hari. Jadi jika ada pedagang dengan lapak seluas 10 meter persegi harus membayar Rp 150 ribu dikalikan jumlah hari. Dari 300 pedagang, yang sudah memasukkan permohonan izin sekitar 60-70 pedagang. Pedagang yang tertarik bergabung antara lain permainan komedi putar, mainan kecil, makanan atau jajanan, gerabah dan lain sebagainya. ”Harganya masih sama dengan tahun lalu. Tidak berubah. Uang itu untuk keamanan, kebersihan dan sebagainya, di sana kan kami juga harus menjaga barang dagangan yang diinapkan,” tuturnya.
Trijoto berkata dalam minggu ini banyak pedagang dari luar kota yang bertanya tentang sewa lapak. Adapun banyak pedagang lama yang memastikan diri untuk mendaftar kembali. ”Perataannya akan sampai tanggal 28 Juni,” tuturnya.

Ruas jalan yang digunakan masih sama dengan tahun lalu yakni Jalan Agus Salim (Hotel Metro), Jalan Pemuda hingga  Loenpia Mbak Lien, perempatan Arief Rahman Hakim (ujung Hotel Metro). Yang digunakan hanya separo ruas jalan jadi lalu lintas tetap lancar. (zal/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.