Warga Hadang Kera di Kali Woro

289

KEMALANG – Warga lereng Gunung Merapi melakukan berbagai cara untuk menghadapi serangan kera yang merusak lahan pertanian mereka. Seperti yang dilakukan ratusan warga Sabtu, (7/6) lalu mereka turun ke Kali Woro untuk menghalau agar ribuan kera yang biasa masuk ke lahan pertanian warga kembali ke habitat di Gunung Merapi.
Warga yang melakukan aksi menghalau kera berasal dari lima desa di Kecamatan Kemalang. Diantaranya Desa Sidorejo, Desa Kendalsari, Desa Panggang, Desa Tegalmulyo dan Desa Balerante. Warga yang dibantu relawan dan TNI menempuh perjalanan dengan naik turun tebing untuk dapat menghalau kera.
Alat yang digunakan beragam mulai mercon, basoka rakitan, tongkat dan benda yang dapat menimbulkan bunyi nyaring. Ratusan warga sekitar pukul 07.00 mulai turun ke Kali Woro, mereka kemudian menyusuri sungai tersebut untuk mencari koloni kera ekor panjang yang biasa bersembunyi di tebing sungai.
Namun keanehan terjadi ketika warga mulai bergerak untuk menghalau kera-kera tersebut. Jumlah kera tidak sebanyak pada hari biasa. Dalam sehari biasanya ada beberapa koloni kera yang menyerang tanaman warga di lima desa ini.
“Kami juga heran dengan apa yang terjadi pada gerombolan kera di lereng Merapi ini. Biasanya kalau jam segini ada ratusan ekor kera yang turun dari hutan di Merapi menuju lahan pertanian. Tapi hari ini tidak banyak kami temukan. Padahal kami hanya ingin menghalau, kera tidak ditangkap,” ujar salah satu warga Lilik Maryono.
Dia menambahkan, beberapa hari lalu warga masih melihat ada puluhan kera berkeliaran di ladang yang ditanami jagung. Akibatnya ladang jagung seluas seperempat hektare tersebut rusak karena sasaran kera.
Serangan kera mulai mengganas di lahan pertanian warga terjadi setelah erupsi 2010 lalu. Diduga akibat erupsi persediaan makanan yang ada di hutan semakin menipis, apalagi saat ini sudah memasuki musim kemarau. (oh/bun/jpnn/ric)