DPT Kendal Berkurang 1.334

303

KENDAL—Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kendal, Senin (9/6) telah menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) pada pemilu Presiden dan Wakil Presiden 9 Juli Mendatang. Pada Pilpres tercatat 756.131 orang masuk DPT. Rinciannya terdiri dari 374.446 pemilih laki-laki dan 381.685 perempuan.
Jumlah DPT tersebut berkurang 1.344 pemilih jika dibandingkan pemilu legislatif pada 9 April lalu. DPT Pileg Kendal mencapai 757.475 pemilih. “Berkurang karena faktor meninggal dunia, pindah alamat dan bekerja di luar negeri atau menjadi TKI,” ujar Anggota KPU Kendal, Fahroji.
Selain berkurang jumlah DPT juga mengalami pengurangan jumlah tempat pemungutan suara (TPS). Hal itu disebabkan karena ada penggabungan di beberapa TPS yang dihitung berdasarkan jumlah DPT yang ada di tingkat Kecamatan maupun kelurahan.
“Kotak Suara pada pemilu legislatif hanya bisa menampung maksimal 500 suara, sedangkan untuk pilpres satu kotak suara bisa menampung 800 kertas suara. Jadi terpaksa TPS yang kurang dari 800 harus digabungkan,” tandasnya.
Dari 20 kecamatan dan 286 Desa di Kendal, nantinya akan ada 1.781 TPS. Jumlah Kotak Suara yang telah disiapkan ada sebanyak 3.868 buah. Sedangkan jumlah bilik suara ada sebanyak 7.124 buah.
Meski telah dipersiapkan seluruhnya, namun logistik kertas suara sampai saat ini belum diterima KPU. “Kertas suara belum dikirim, jadi kami belum dapat memastikan kapan bisa dilakukan pelipatan kertas suara. Tapi kami pastikan bisa, karena jumlahnya tidak sebanyak pada pemilu legislatif,” jelasnya.
Ketua KPU Kendal, Wahidin Said menambahkan pihaknya akan menggunakan lagi relawan pelipat kertas suara pada Pilpres tahun ini. Perihal jabatannya sebagai ketua DPC Gerakan Pemuda Anshor Kendal Wahidin Said mengaku sudah meminta untuk dinonaktifkan. Hal itu mengingat agar KPU tetap menjaga netralitas dalam Pemilu. Sedangkan Pemuda Gerakan Ansor telah menentukan sikap berupa dukungan terhadap pasangan tertentu. (bud/ton)