Minim, Dana untuk Orang Cacat

317

WONOSOBO – Jumlah warga orang dengan kecacatan berat (ODK) di Kabupaten Wonosobo cukup tinggi. Berdasarkan data Dinas Sosial setempat, ada 255 orang. Namun, dana pendampingan bantuan untuk kelompok ini masih rendah. Sejak 2009, hanya 21 orang yang mendapatkan dana bantuan dari pemerintah pusat.
“Untuk itu, bagi ODK lainnya, kami usulkan melalui APBD Kabupaten, dan tahun 2014 ini, Dinsos akan menyalurkan bantuan dana asistensi sosial bagi 159 ODK berat yang tidak masuk dalam Kementerian sosial,” kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Wonosobo, Agus Purnomo, kemarin.
Agus mengatakan, untuk 21 orang yang mendapatkan batuan dari pemerintah pusat, sudah berjalan sejak 2009, dengan besaran Rp 300 ribu per bulan. Dana tersebut, dicairkan secara berkala empat bulan sekali. Sedangkan untuk APBD kabupaten, besarannya di bawah angka nasional.
“Kita akan berusaha agar yang belum mendapatkan dana pusat, tahun ini bisa mendapatkan APBD  kabupaten, meski nilainya tidak sama dengan yang diperoleh dari pusat,” ujarnya.
Agus menjelaskan, dalam beberapa pertemuan dengan Dinsos Provinsi Jateng, maupun Kemensos RI, pihaknya telah berupaya untuk mengajukan tambahan jumlah ODK berat yang berhak menerima asistensi sosial. Hal itu, menurut Agus, tak lepas dari data yang dimiliki Dinsos. Yakni, jumlah penyandang cacat berat di Wonosobo masih cukup tinggi.
“Hingga awal 2014, Dinsos mencatat masih ada 255 ODK berat, dan sangat membutuhkan bantuan penunjang kehidupan,”katanya.
Dengan adanya dana tersebut dari Kemensos yang diberikan per caturwulan tersebut, Agus berharap para penyandang cacat berat—yang kebanyakan masih anak-anak—paling tidak akan mendapat tambahan asupan gizi yang dibutuhkan. Karena itu, untuk ODK berat yang belum bisa diakomodasi Kemensos, akan diusulkan dana pendamping dari APBD Kabupaten Wonosobo. “Rencananya, untuk 2014, Dinsos Kabupaten Wonosobo akan menyalurkan bantuan dana asistensi sosial bagi 159 ODK berat.” (ali/lis)