Siapkan Konsep Berbeda

304

PATI- Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Pati, siap mengusung konsep berbeda dalam malam penganugerahan Duta Wisata Kabupaten Pati tahun 2014 ini. Salah satunya, dengan menampilkan sejumlah potensi daerah, seperti batik dan berbagai kreatifitas para pelajar yang mulai banyak berkembang dalam beberapa waktu terakhir.
Kepala Disbudparpora Pati Sigit Hartoko mengemukakan, konsep pelaksanaan malam anugerah penerimaan duta wisata tahun ini akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Selain menunjukkan potensi budaya, pihaknya juga akan memanfaatkan Gedung Olah Raga (GOR) Pati untuk lokasi penganugerahan.
”Kami ingin membuat hal berbeda, sehingga duta wisata tidak hanya sekedar berjalan monoton dan menjadi acara rutin semata. Sejauh ini, kami telah menata konsep tersebut,” katanya, kemarin.
Adapun konsep yang berbeda, yakni dengan menampilkan budaya yang dimiliki oleh masyarakat di Pati. Seperti, pameran batik bakaran yang merupakan ikon kota bertajuk Bumi Mina Tani ini. Selain itu, pihaknya juga akan melibatkan kreatifitas pelajar dalam malam penganugerahan. Seperti, dalam pembuatan desain-desan baju yang berasal dari limbah.
Menurut Sigit, saat ini kreatifitas mendesain baju dengan memanfaatkan limbah rumah tangga dan sebagainya mulai banyak dijumpai dari para pelajar yang ada di Pati. Untuk itu, pihaknya pun akan mencoba untuk menampilkan potensi tersebut dalam malam penganugerahan.
Di sisi lain, minat masyarakat dalam mengikuti kegiatan Duta Wisata dianggap cukup bagus di Pati. Jumlah peserta yang ada selalu bertambah tiap tahunnya. Diperkirakan, untuk peserta tahun ini jumlah pendaftar akan mencapai ratusan orang.
”Pendaftaran dibuka mulai 9 Mei-10 Juni. Hingga saat ini jumlah peserta yang mendaftar sebanyak 45 orang. Biasanya, peserta banyak yang mengambil hari terakhir pendaftaran untuk mendaftarkan diri,” katanya.
Pihaknya berharap partisipasi semua pihak untuk ikut dalam pelaksanaan Duta Wisata kali ini. Seperti dari BUMD dan BUMN, termasuk bagi perusahaan swasta ataupun instansi pemerintah untuk turut andil mengirimkan wakilnya dalam ajang ini.
”Kami membuka seluas-luasnya peserta pendaftaran dan tidak kami batasi. Untuk Duta Wisata dibuka bebas, bukan hanya dari pelajar saja. Dari pihak swasta juga dipersilahkan ikut dalam. Yang penting, penduduk Pati yang belum menikah dan masih berusia antara 17-25 tahun,” jelasnya. (sya/jpnn/ric)