Jalur Alternatif Utara Rusak

322

Masih Terendam Rob

KAJEN-Jalur alternatif untuk arus mudik di wilayah utara Kabupaten Pekalongan, masih memprihatinkan. Pasalnya, kondisi jalan rusak lantaran kerap terkena air rob.
Kades Tratebang Kecamatan Wonokerto, Sumarno, dalam rapat lintas sektoran di Aula Mapolres Pekalongan mengatakan bahwa jalur alternatif di Desa Tratebang Kecamatan Wonokerto terkendala jalan rusak dan rob. Kondisi tersebut terjadi persis di depan balai desa. “Kami khawatir, kondisi ini akan menghambat perjalanan dan menyebabkan kecelakaan,” katanya.
Menurutnya, jalan di Desa Tratebang belum lama ini telah dilakukan pengurukan. Namun, karena sifatnya terkesan tambal sulam, material yang telah diurug tersebut hilang dan membuat kerusakan jalan semakin parah.
”Semestinya untuk mengatasi hal ini, dinas terkait melakukan peninggian jalan sekitar 50 sentimeter, sepanjang 300 meter. Ini penting dilakukan, agar pengguna jalan yang melakukan mudik selamat sampai tujuan. Begitu pula warga desa yang turut melintas merasa aman dan nyaman,” katanya.
Hal senada dikatakan Kades Semut Kecamatan Wonokerto, Widodo. Ia mengaku jalur alternatif di bagian utara Kabupaten Pekalongan juga terkendala adanya pasar tiban. “Para pedagang, umumnya menempati badan jalan sehingga menghambat lalu lintas. Kami merasa kesulitan untuk menertibkannya,” tuturnya.
Diapun mengusulkan agar dilakukan relokasi ke sebelah utara Kecamatan Wonokerto. “Ini harus segera dilakukan, karena tidak lama lagi sudah memasuki Ramadan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kapolres Pekalongan AKBP Fajar Budiyanto berharap, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Pekalongan segera menyelesaikan perbaikan jalan rusak di jalan alternatif yang telah direncanakan, demi kelancaran pemudik.
“Kami meminta kepada kepala desa terkait untuk turut menyosialisasikan kepada warganya tentang adanya jalur alternatif ini. Sehingga, masyarakat dapat memahami dan mengantisipasi diri,” tegasnya. (yon/jpnn/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.