Mainkan Tari Panen Warga Lereng Merbabu

669

SMP Muhammadiyah Plus Gunungpring Muntilan Juara Nasional FLS2N
 
SMP Muhammadiyah Plus Gunungpring, Muntilan, Kabupaten Magelang, menjuarai Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) di Semarang. Mereka berhasil meyakinkan juri untuk memilihnya menjadi juara. Seperti Apa ?

MUKHTAR LUTFI, Mungkid

HANDPHONE Hima Sugiarto terus saja berdering. Ada banyak SMS yang masuk. Namun, kepala sekolah itu tak mengindahkannya dulu.
”Sejak kemarin, banyak yang mengirim ucapan,” katanya. Ucapan banyak mengalir, setelah sekolah yang dipimpinnya— SMP Muhammdiyah Plus Gunungpring Kecamatan Muntilan— berhasil meraih juara di FLS2N nasional.
Pada festival itu, SMP Muhammadiyah Plus Gunungpring yang mewakili Jawa Tengah, terpilih menjadi salah satu dari lima peringkat terbaik. Provinsi lainnya: Lampung, Gorontalo, Jatim, dan Jambi. 
Hima mengungkap, FLS2N diikuti kontingen dari 34 provinsi; serta kontingen tamu dari Yangon, Myanmar.
Dikatakan, selama tahun pelajaran 2013/2014, SMPM Plus, berhasil melebihi target trofi dan piala. Dari target setahun 85 piala dan trofi, SMPM Plus berhasil merebut 86 piala. Hal itu berkat pembinaan dan mentalitas juara para siswanya.
Hima menyampaikan, saat lomba, pihaknya menampilkan tari kreasi berjudul Kidung Sabin.
Tarian ini menceritakan tentang kegembiraan para petani Desa Muneng Warangan, Kecamatan Pakis pascapanen. ”Di sana, adat budaya ini masih berkembang, dan turun-temurun menjadi sebuah kesenian.”
Pada tarian itu, juga dipentaskan wayang berlakon Dewi Sri Mulih. ”Tarian ini terinspirasi dari adat panen masyarakat Warangan Pakis. Kita belajar langsung di sana (Pakis).”
Butuh waktu tak sebentar untuk belajar tarian tersebut. Apalagi, saat harus memadukan kelembutan dan gerakan energik dalam tarian. ”Kita juga harus bolak-balik ke Warangan (Pakis) yang ada di Lereng Merbabu. Anak-anak semangat.”
Dengan tuntutan harus memainkan tarian yang energik namun lembut, anak-anak harus tetap menjaga stamina selama tampil. ”Kami konsisten menjaga ambisi dan stamina siswa. Kami membangun rasa percaya diri anak dan kebanggaan pada sekolah. Anak kami dorong. Bahkan ketika berprestasi, bukan soal materi, tapi motivasi untuk membanggakan sekolah dan provinsi. Sekolah men-support agar anak berprestasi.”
Menurut pelatih tari Yustini Arti SPd, kelebihan tari Kidung Sabin adalah kesesuaian antara gerak dan tema.
Hal ini membuat pesan yang ingin disampaikan mudah diterima masyarakat.
”Tari ini mudah dibaca karena tema dan alurnya jelas. Bukan gerakan monoton. Dari awal sampai akhir berbeda terus. Kami mencoba mengangkat realitas di masyarakat,” kata Yustini.
Menurut dia, seniman seringkali hanya menggarap gerakan, namun lupa memperhatikan tema. ”Dengan tema, tarian lebih mudah diterima masyarakat. Tarian ini sederhana namun temanya bisa sampai.”
Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, Iwan Setiawan menambahkan, pihaknya juga berhasil menyabet juara umum National Olympiad And International Conference On Education Technology And Science (Net’s) 2013 tingkat nasional di Universitas Muhammadiyah Purwokerto, belum lama ini. (*/isk/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.