Pasien Terancam Golput

387

”Seperti pada pileg, tidak ada TPS khusus. Para pasien dipersilakan untuk mencoblos di TPS terdekat.”

Afiffudin Ketua KPUD Kab. Magelang

MUNGKID — Sejumlah pasien, perawat, dan dokter di rumah sakit maupun Puskesmas di wilayah Kabupaten Magelang, terancam kehilangan haknya memilih dalam pilpres pada 9 Juli mendatang. Sebab, KPUD setempat, tak menyediakan tempat pemungutan suara (TPS) khusus di sana.
Ketua KPUD Kabupaten Magelang Afiffudin mengatakan, pada pilpres nanti, tetap tidak akan ada TPS Khusus. Padahal, pada pemilu legislatif (pileg) lalu, banyak pemilih— utamanya pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)— terpaksa tidak bisa mencoblos. Selain pasien, para pegawai dan dokter juga tidak bisa menyalurkan hak pilihnya.       
”Seperti pada pileg, tidak ada TPS khusus. Para pasien dipersilakan untuk mencoblos di TPS terdekat,” tandas Afif, kemarin. 
Menurut Afif, jumlah TPS untuk pemilu presiden di Kabupaten Magelang, mengalami penurunan dibandingkan pada pemilu legislatif lalu. Data KPUD setempat menyebutkan, dari 3.340 menjadi 2.896, atau berkurang sebanyak 444 TPS.
”Pengurangan tersebut akibat adanya rasionalisasi TPS, sesuai UU Pilpres Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden.”
Menurut Afif, dengan pengurangan jumlah TPS, maka berdampak positif terhadap anggaran yang justru menjadi lebih hemat, karena ada sejumlah alokasi anggaran yang terpangkas. Antara lain, anggaran distribusi logistik, bintek petugas PPS, pelantikan, pembuatan TPS, honor dan sebagainya.     
”Kira-kira hemat sekitar Rp 16,4 miliar,” sebut Afif. Rasionalisasi itu, imbuh Afif, berdasarkan beberapa pertimbangan. Seperti angka partisipasi, faktor geografis dan faktor jarak antar-TPS. Kebijakan ini juga dinilai menguntungkan. Utamanya, di wilayah Kabupaten Magelang, yang terpencil dan memiliki banyak jurang.
Meski begitu, dengan rasionalisasi ini, diperkirakan ada pembengkakan jumlah alokasi pemilih di setiap TPS. Jika pada pileg lalu, satu TPS digunakan untuk melayani maksimal 500 orang, maka pada pilpres Juli mendatang, pemilih yang dilayani di masing-masing TPS bisa mencapai 800 orang. (vie/lis/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.