POMP Filariasis Terancam Diulang

372

PEKALONGAN-Program Pemberian Obat Masal Pencegahan (POMP) Filariasis di Kota Pekalongan, terancam diulang lima tahun lagi. Pasalnya, dari tiga tahun program POMP Filariasis yang sudah berjalan di Kota Pekalongan, angka kepatuhan masih berada di bawah 65 persen.
“Masih banyak masyarakat yang enggan minum obat, dengan berbagai alasan. Salah satunya adalah dampak yang ditimbulkan setelah minum obat. Padahal, dampak tersebut hanya sedikit dan sementara, dibandingkan penyakit filariasis yang bisa menyerang seumur hidup,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkot Pekalongan, dr Dwi Heri Wibawa MKes saat rapat koordinasi persiapan pencanangan POMP Filariasis tahun 2014 di Ruang Jetayu Pemkot Pekalongan, Selasa (10/6).
Padahal, katanya, jika dalam program POMP Filariasis selama lima tahun angka kepatuhan minum obat pada masyarakat masih berada di bawah 65 persen, maka program POMP Filariasis harus diulang lima tahun lagi.
“Karena itu, perlu adanya peningkatan pemahaman kepada masyarakat agar benar-benar mengetahui bahaya penyakit yang disebut juga kaki gajah,” tandasnya.
Diakuinya, efek meminum obat tersebut memang mual dan pusing. Namun, efek tersebut membuktikan bahwa cacing filaria yang berada di dalam tubuh sudah mati. Munculnya efek samping, juga akan semakin terkurangi jika masyarakat selalu meminum obat setiap tahunnya.
“Jika efeknya tinggi, berarti masih ada cacing di dalamnya dan mati setelah minum obat tersebut. Namun jika rutin meminum setiap tahun dan cacingnya berkurang, efeknya juga berkurang,” imbuhnya.
Dari data Dinkes Kota Pekalongan, hasil evaluasi POMP filariasi tahun 2013 yang dilakukan Litbangkes Banjarnegara, di wilayah Kelurahan Pabean masih ditemui penderita yang positif filaria sebesar 1,4 persen. Sementara angka kepatuhan minum obat penduduk dalam tiga tahun pelaksanaan POMP filariasis belum ada yang mencapai 65 persen.
Tahun 2013, angka kepatuhan minum obat hanya mencapai 55,88 persen. Sementara satu tahun sebelumnya atau 2012, angka kepatuhan mencapai 60,89 dan pada 2011 lalu mencapai 63,01. Sementara yang akan menjadi acuan diulang atau tidaknya POMP filariasis adalah dari hasil survei terakhir kepatuhan minum obat penduduk.
Untuk tahun 2014 ini, kata dr Dwi Heri, pencananganan filariasis akan dilakukan di halaman Puskesmas Buaran, Jumat (13/6) mendatang. Tahun ini Dinkes juga akan menyasar 296.000 masyarakat di Kota Pekalongan. “Kami berharap, angka kepatuhan minum obat penduduk bisa mengalami peningkatan dan mencapai angka minimal yaitu 65 persen,” katanya.
Sementara itu, tahun ini pihaknya mengubah strategi pemberian obat agar bisa efektif. Salah satunya adalah Puskesmas diminta menyelesaikan pemberian obat per kelurahan, dan tidak memberikan secara serentak seperti tahun sebelumnya.(nul/jpnn/ida)