Aktifkan Butuh Rp 50 M

386

BERGAS – Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Semarang akan segera melakukan kajian terkait usulan pengaktifan kembali jalur gula Bedono-Tempuran. Yakni, jalan yang dibangun juragan gula, Oei Tiong Ham untuk jalur perdagangan mulai dari Desa Tempuran, Jambu hingga tembus di Bedono. Jalan tersebut sudah tidak terpakai lagi, dan digunakan masyarakat untuk menanam. Diperkirakan untuk pengaktifan kembali jalur tersebut dibutuhkan anggaran sebesar Rp 30 miliar-Rp50 miliar.
Menurut Kepala Dishubkominfo Kabupaten Semarang, Prayitno Sudaryatno, usulan masyarakat tentang mengaktifkan kembali jalur gula tersebut harus melalui kajian. Sebab, jalur tersebut sudah lama tidak digunakan dan apakah memungkinkan untuk diaktifkan kembali. Sehingga dalam waktu dekat, Dishubkominfo akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Satlantas Polres Semarang serta instansi terkait lainnya di tingkat Provinsi Jateng.
“Jika memungkinkan tentu tidak masalah. Tetapi, harus dikaji dulu, dalam waktu dekat kita akan lakukan kajian dengan DPU dan instansi terkait lainnya. Kalau memang jalannya lebih landai dan memadai tentu akan lebih bagus. Sehingga nantinya dapat mengurai kemacetan dan mengurangi terjadinya kecelakaan,” tutur Prayitno, Rabu (11/6) kemarin.
Prayit sendiri belum mengetahui letak jalan tersebut. Sebab, jalan sepanjang 2 kilometer peninggalan Oei Tiong Ham itu tidak berbentuk lagi, sehingga harus dikaji kembali.
Kabid Lalulintas Djoko Noerjanto menambahkan, kajian jalan utama dari perbatasan Temanggung hingga Ambarawa sudah pernah diusulkan. Namun ada kemungkinan karena dari segi kefatalan dinilai lebih ringan daripada jalan di Jawa Barat karena ada kecelakaan bus yang menewaskan 8 orang, sehingga kajian tidak jadi dilakukan.
“Kami pernah mengajukan kajian sepanjang jalur Bawen-Banyumanik, sudah dikaji dan ada solusi yakni pembatas jalan berupa barier permanen sebagai batas antar jalur. (tyo/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.