Maksimalkan Pembinaan

297

SEMARANG – Kehilangan tiga atlet andalan yakni, Rury Andayani, Kristina Wahyu, dan Suci Amita Dewi, Pengkot Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (Gabsi) Semarang menggenjot regenerasi pemain. Program ini akan dilakukan dengan pemaksimalan kalender pembinaan seperti Sirkuit Mingguan Gabsi Semarang dan Liga Bridge.
”Perginya tiga atlet kami memang cukup berpengaruh pada kekuatan Semarang, ini terbukti pada kegagalan mempertahankan juara umum Porprov Jateng 2013. Ini menjadi pelajaran buat Gabsi untuk terus melakukan program pembinaan dan menjaring atlet-atlet berbakat,” tutur Sekretaris Umum Gabsi Semarang Kusumo Hararyo.
Pada event multicabang empat tahunan di Banyumas, Oktober tahun lalu, cabang bridge menyumbang satu emas, satu perak, dan satu perunggu. Pada event yang sama 2009 lalu di Solo, olahraga otak itu menyumbang tiga emas dan keluar sebagai juara umum. Kondisi ini juga dipengaruhi tak bermainnya Suci Amita Dewi dan Kristina Wahyu.
”Saat itu mereka tengah mengajukan pindah ke Jakarta dan tidak bermain untuk Semarang. Namun, kami tak ingin menghalangi niat mereka hijrah ke Ibu Kota dengan alasan bekerja di sana. Sedangkan alasan Rury lebih baik karena ikut suami yang bekerja di Jakarta,” tandas Kusumo.
Sekarang ini, tambahnya, ada beberapa atlet muda bridge yang mulai muncul dan siap menggantikan posisi yang ditinggalkan oleh Suci, Kristina, dan Rury. Hanya saja, atlet muda Semarang seperti pasangan Hengky/Adhit masih minim pengalaman dan kurang jam terbang. Karena itu, Gabsi Semarang mendorong mereka untuk giat berlatih dan mengikuti kejuaraan.
”Yang penting mereka harus terus belajar dan menimba ilmu dari senior. Olahraga ini memerlukan kematangan berpikir dan itu hanya didapat jika terus mengikuti kejuaraan,” pungkasnya. (bas/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.