Kasus Markesi Diduga Dihambat Kajari

309

KENDAL—Penangangan perkara kasus korupsi dana bantuan sosial (bansos) 2010 sebesar Rp 1,3 miliar terkesan lambat. Pasalnya, setelah berkas dan tersangka dilimpahkan pertengahan Maret lalu, hingga kini kasusnya belum dilimpahkan Pengadilan Tipikor Semarang.
Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Kendal, Kirno mengaku jaksa penuntut umum sebenarnya sudah menyelesaikan berkas dakwaan. Sebab pada saat pelimpahan tahap dua (tersangka dan barang bukti) Maret lalu, penyidik sudah mempersiapkan rencana dakwaannya.
“Berkas dakwaan sudah selesai. Jadi kapanpun kasusnya bisa kami limpahkan ke Pengadilan Tipikor. Tapi kendalanya, karena ada birokrasi kejaksaan, ada hirarki kepemimpinan, sehingga kami penuntut umum tidak bisa melimpahkannya tanpa ada persetujuan atau perintah dari pimpinan (Kepala Kejari Kendal, Red),” ujarnya, Kamis (12/6) kemarin.
Menurutnya, sampai saat pihaknya belum menerima perintah dari Kepala Kejari (Kajari) Kendal untuk melimpahkan kasus tersebut ke Pengadilan. “Intinya di penuntut umum tidak ada masalah. Sebab penuntut umum hanya melihat perkara sudah memenuhi ketentuan yuridis yang baik syarat formil maupun materiil, kami anggap tidak ada masalah,” tandasnya.
Diduga ada alasan politis, sehingga tersangka dalam kasus ini yakni Mantan Bupati Kendal, Siti Nurmarkesi belum dilimpahkan ke Pengadilan. Mengingat Markesi, adalah Ketua DPC Kendal Partai Golkar. Sehingga pelimpahan perkara menunggu selesainya Pemilihan Presiden (Pilpres) 9 Juli mendatang.
“Kalau urusan politis kami tidak tahu. Sebab tugas penyidik adalah mencari alat bukti. Setelah cukup alat bukti, ya melimpahkan. Penuntut umum menyusun dakwaan. Cuma kebijakan pimpinan, diminta menunggu perkara lainnya yang masih disidangkan di Pengadilan selesai,” jelasnya. (bud/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.