Rem Blong, 1 Tewas 2 Luka Parah

417

KENDAL—Kecelakaan di Jalur Pantura Weleri Kendal kembali memakan tiga orang korban. Satu meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka parah dan kritis. Diduga penyebabnya akibat rem blong.
Kecelakaan tersebut terjadi di pertigaan menuju jalan tembus Gemuh. Yakni antara mobil plat merah milik Pemkab Kendal dengan dua pengandara sepeda motor. Korbannya, Muhadi, 60 warga Weleri langsung meninggal dunia. Sedangkan dua korban lainnya yang selamat adalah, Ida Rosida, 36, dan anaknya Muhamad Azis Fadila, 2. Rosida mengalami patah paha kaki kiri, sedangkan anaknya Azis cedera serius di bagian kepala. Bahkan Azis saat ini dalam kondisi kritis.
Ida saat ditanya mengaku jika dirinya saat itu hendak pulang ke rumahnya di Desa Sambongsari. “Saya boncengan dengan anak saya dengan membawa roti, barang dagangan saya,” ujarnya saat ditemui di Rumah Sakit Islam (RSI) Weleri, Kamis (12/6) kemarin.
Namun di pertigaan menuju arah Gemuh, tiba-tiba dari arah belakang ada mobil Toyota Kijang Super plat merah yang dikemudikan Nur Kasan menyamber motornya dari belakang. Mobil plat merah bernopol H 9502 DD itupun membuat Ida dan anaknya jatuh tersungkur dan menabrak Muhadi yang sedang mengatur jalan.
“Setelah ditabrak dari belakang, saya terjatuh. Kemudian apa yang terjadi, saya tidak. Karena saya tidak sadarkan diri. Sadar-sadarnya ya di rumah sakit ini,” tandasnya.
Sementara dari pengakuan saksi, Patuh Maghfuroh mengaku pascamenabrak motor Ida dan anaknya, mobil yang dikendarai Nur Kasan tidak menghentikan laju kendaraannya. Mobil justru tetap melaju kencang dan menabrak satu motor lainnya milik Davis Triyanto. “Akibatnya, korban Muhadi tergencet dua motor dan mengalami luka parah di sekujur tubuhnya,” katanya.
Diakuinya mobil melaju sangat kencang, bahkan tiang baliho mini market roboh. “Jadi setelah menabrak dua sepeda motor dan korban Muhadi, mobil berhenti setelah menabrak papan nama dan pohon di pinggir jalan. Sehingga, korban Muhadi tewas seketika karena tergencet,” tambahya.
Dokter RSI Hanif Furqon yang menangani ketiga korban mengatakan bahwa korban Muhadi masih diotopsi untuk melihat penyebab meninggalnya korban. “Sedangkan korban Ida, kemungkinan akan menjalani operasi karena patah kaki,” jelasnya.
Sedangkan Azis, oleh tim medis akan dirujuk ke rumah sakit besar di Semarang untuk mengetahui luka serius di kepalanya. “Korban sempat mengalami kejang. Setelah kami periksa, ternyata disebabkan adanya peningkatan intrakarnial atau tekanan berat di rahang rongga kepala bagian belakang. Jadi kemungkinan ada pendarahan dalam otak,” paparnya.
Kapolsek Weleri, AKP Haryo Deco Dewo mengatakan dari hasil penyidikan sementara diduga penyebab kecelakaan karena rem mobil tidak berfungsi dengan baik. “Sopir Nur Kasan masih kami periksa untuk mengetahui penyebab kejadian. Tapi barang bukti berupa dua sepeda motor yang hancur dan mobil dinas milik Pemkab Kendal telah kami amankan,” ucapnya. (bud/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.