Restorasi Rumdin Rp 4,8 M

346

WONOSOBO – Proyek restorasi bangunan rumah dinas Bupati Wonosobo di Jalan Merdeka atau sebelah utara Alun-Alun Wonosobo, kemarin, dimulai. Proyek ini menelan anggaran cukup tinggi, mencapai Rp 4,8 miliar bersumber dari APBD Kabupaten Wonosobo.
Sejumlah pekerja mulai meruntuhkan bangunan bagian belakang yang sebelumnya difungsikan untuk dapur, kamar, dan musala. Bangunan ini merupakan penambahan. Bukan bangunan asli pada awal dibangun rumah dinas bupati periode Belanda.
Kepala Bagian Umum dan Protokoler Kabupaten Wonosobo Agus Wibowo mengatakan, proyek pembangunan restorasi rumah dinas bupati akan berlangsung selama 6 bulan ke depan. Anggarannya, mencapai Rp 4,8 miliar, yang bersumber dari APBD Kabupaten 2014. “Pekerjaan sudah dimulai sejak dua hari lalu, dimulai dari bagian belakang,” katanya.
Agus menyebut, berdasarkan dokumen sejarah, bangunan bagian belakang yang mulai dipugar, tergolong bangunan tambahan. Artinya,  bukan dibangun pada era awal pembangunan rumah dinas bupati.
“Seperti perencanaan, bangunan sayap timur akan dikembalikan seperti bangunan sayap barat. Di mana ada jalan menyambung dengan bangunan rumah di sebelah timur, bergandengan dengan kantor DPRD,” ujarnya.
Selain bangunan belakang, kata Agus, untuk bangunan dalam, juga akan dikembalikan seperti semula. Sebab, bangunan saat ini, sudah ada bangunan baru penambahan pada era-era bupati sebelumnya. Dia mencontohkan, pada hiasan langit-langit, tiap ruangan diberi ornamen ukir dengan warna coklat. “Penambahan bangunan tersebut pada era sembilan puluhan,” katanya.
Terkait proyek tersebut, Agus menyebut, rumah dinas bupati saat ini pindah di Pesanggrahan Selomanik di wilayah Kauman Utara. Di lokasi itu, juga sudah dilakukan rehabilitasi dan dibangun seperti pada masa awal.
“Bupati akan menempati rumah dinas Pesanggrahan Selomanik yang dulu digunakan untuk ketua DPRD Wonosobo.” (ali/lis)