Wajah Semrawut, Bupati Tegur Pejabat

323

KAJEN–Bupati Pekalongan, Amat Antono, Kamis (12/6) siang kemarin melakukan kunjungan inspeksi mendadak (sidak) selama 2 jam di perempatan Wiradesa. Tepatnya di Kelurahan Gumawang, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan. Menyusul wajah kota yang kumuh, banyaknya spanduk dan iklan yang tidak tertata, serta pedagang kaki lima (PKL) yang semrawut.
“Perempatan Gumawang ini, harus dibuat taman yang asri, ditata yang bagus. Karena ini adalah wajah Kabupaten Pekalongan. Seharusnya, tidak semrawut dan kumuh seperti ini,” tegur Bupati kepada Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) saat berkeliling di sekitar Pos Polisi Wiradesa.
Bupati mengaku sebelumnya sudah berulang kali mengingatkan dan menegur dinas terkait, agar lokasi di perempatan Gumawang, ditata serapi mungkin. Mengingat, perempatan tersebut merupakan pintu gerbang Kabupaten Pekalongan.
“Kami ingin membuat tempat hijau terbuka dan taman yang dapat digunakan sebagai ruang publik. Lokasinya tidak terlalu jauh dari pintu masuk gerbang Kabupaten Pekalongan. Sedangkan Kantor Koramil Wiradesa sebaiknya dipindah ke lokasi lain yang strategis,” kata Antono.
Sebelum meninggalkan lokasi perempatan Gumawang, bupati sempat menegur pejabat yang tidak mengetahui lokasi titik nol Kabupaten Pekalongan. Menurutnya, titik nol ibukota Kabupaten Pekalongan terletak di perempatan Desa Sibeduk, Kecamatan Kajen. Karena itu, kata bupati, harus dibangun tugu agar masyarakat luas mengetahui dan mengenal Kajen sebagai Ibukota Kabupaten. ”Tahun anggaran 2015 nanti, tugu titik nol ibukota dan penataan pintu gerbang harus segera dimulai,” tegas Bupati.
Sementara itu, pegurus Kampung Batik, Kabupaten Pekalongan, Suprayitno, berharap agar perempatan Gumawang, dibenahi secara tuntas. Pasalnya, pembenahan yang dilakukan selama ini, terkesan bongkar pasang saja. ”Saya harap Bupati Antono serius melakukan pembenahan di perempatan Gumawang, Wiradesa, agar bisa menjadi kebanggaan masyarakat,” harap Suprayitno. (thd/ida)