Didatangi Wali Kota, Pedagang Rejowinangun Mengeluh

318

MAGELANG – Pedagang Pasar Rejowinangun, kemarin pagi, dikejutkan dengan kehadiran rombongan pejabat Pemkot yang berkunjung pasar tersebut. Wali Kota Sigit Widyonindito didampingi Wakil Wali Kota Joko Prasetyo, Sekda Sugiharto, sejumlah kepala SKPD, dan petinggi a BUMD setempat, mlaku-mlaku belanja bareng.
Selain berbelanja, Wali Kota Sigit memantau dan mendengarkan keluhan langsung dari para penjual di pasar itu. ”Tujuannya belanja, sekaligus melihat kondisi pasar. Kalau ada keluhan, saya bisa mendengar langsung dari para penjual di sini.”
Sigit mengatakan, ruas jalan tidak diperbolehkan untuk menggelar dagangan. Karena itu, akan ada penataan.
Tujuannya, pasar lebih bersih dan rapi. Juga memudahkan akses bagi tim pemadam kebakaran (damkar) apabila terjadi kebakaran.
”Sebenarnya, tujuan kami baik. Supaya rapi, indah, dan bersih. Yang terpenting, memberikan akses jalan bagi tim damkar jika terjadi kemungkinan buruk seperti kebakaran, karena antisipasi itu sangat penting.”
Sigit juga memberikan dorongan kepada para penjual yang masih mengeluh, lantaran kondisi pasar masih sepi. ”Yang sabar, semua ada proses. Ini baru awal mungkin sepi, nantinya juga akan ramai.”
Nanik Maryani, 60, salah seorang pedagang mengaku pendapatannya menurun sejak dipindah ke lantai dua. Dibanding sebelumnya saat di Pecinan, omzetnya cukup besar.
”Menurut saya letaknya kurang strategis, jadi banyak pembeli yang malas menuju lantai dua. Padahal, sudah mau Lebaran, tapi sekarang saja pendapatannya tidak tentu. Laku satu sepatu saja sudah untung,” ucap pedagang sepatu itu.
Dia mengaku sudah mengajukan izin untuk pindah ke Pecinan lagi pada H-7 sampai H+7 Lebaran. ”Kalau tidak diizinkan, mungkin kami akan demo,” ancamnya.
Dalam kunjungannya kali ini, Sigit menyempatkan belanja sejumlah barang. Seperti kacamata, sandal, sepatu, kaus kaki dan beberapa barang lainnya. (mg4/lis/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.