Jual Emas Ternyata Perak Sepuhan

3468

RANDUSARI — Petugas Polrestabes Semarang berhasil membongkar kasus penipuan emas disertai penggunaan surat palsu. Tersangka yang ditangkap adalah Saefuddin, 54 warga Sidotopo Wetan, Kenjeran, Surabaya dan Adiyanto, 49, warga asal Ujung, Semampir, Surabaya.
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono mengatakan, penipuan dengan modus baru itu terbongkar setelah pihaknya mendapat laporan dari salah satu korban. ”Pada Jumat (6/6) ada dua orang yang melapor ke Polrestabes Semarang dan menceritakan kejadian tersebut,” katanya.
Pelapor tersebut adalah pemilik Toko Emas Bunga Tanjung di Jalan MT Haryono Kwik Didik Mardianto dan pemilik Toko Emas Sumber Emas di Kawasan Pasar Peterongan Alvian Adriano. Kepada Didik, pelaku menjual liontin model pigura Kakbah seberat 5,9 gram seharga Rp 1.785.000 sedangkan di toko milik Alvian, pelaku menjual emas berbentuk serupa seberat 6,7 gram seharga Rp 1.950.000. ”Dengan penawaran itu maka kedua korban berani membeli emas itu karena disertai dengan surat emas,” katanya.
Tidak lama kemudian, kedua korban mencoba untuk mengecek keaslian emas sesuai dengan yang tertera pada surat tersebut. Namun, pemilik emas terperanjat kaget. Pasalnya liontin tersebut ternyata perak sepuhan yang dilapisi emas. ”Liontin itu bagian atasnya memang dari emas, tetapi yang bawahnya terbuat dari perak. Bahkan pemilik toko juga menemukan kalau surat emas dua liontin itu juga palsu,” katanya.
Di hadapan petugas, Saefuddin mengaku saat itu ia dan Adiyanto pergi ke Jakarta untuk singgah ke rumah rekannya. Saat tiba di Terminal Pulogadung, Jakarta, mereka bertemu dengan seseorang yang menawarkan liontin tersebut. Dan dari pertemuan itu berlanjut transaksi jual beli liontin emas yang dilapisi perak itu. ”Kami membeli 6 liontin seharga Rp 7,9 juta dan kami jual lagi dengan harga Rp 1,3 juta per liontin,” tuturnya.
Selain menjual kedua toko tersebut, tersangka juga menjual di 4 toko mas di Pasar Johar. Namun sebelum menikmati hasil penipuan itu, keduanya ditangkap aparat Satreskrim Polrestabes Semarang. (hid/ton/ce1)