Siswa SMP 1 Semarang Ranking Satu Jateng

284

98 Siswa SMP di Jateng Tak Lulus

SEKAYU – Sebanyak 98 atau 0,020 persen siswa SMP dan sederajat di Jateng tidak lulus dalam ujian nasional (unas) 2014. Unas SMP tahun ini diikuti 501.508 peserta. Sedangkan yang lulus berjumlah 501.410 siswa atau 99,98 persen. Pengumuman hasil unas untuk tingkat SMP dan sederajat akan dilakukan pada Sabtu (14/6) hari ini pukul 15.00.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jateng Nur Hadi Amiyanto membeberkan, untuk tingkat SMP dengan jumlah peserta 369.025 siswa, yang lulus sebanyak 368.965 siswa atau 99,984 persen. Sedangkan yang tidak lulus 60 siswa atau 0,016 persen. Sedangkan untuk tingkat MTs dengan jumlah peserta 129.029 siswa yang lulus sebanyak 129.010 siswa atau 99,985 persen, dan yang tidak lulus 19 siswa atau 0,015 persen.
”Sehingga total peserta SMP dan MTs sebanyak 498.054 siswa, yang lulus 497.975 siswa atau 99,984 persen, sedangkan yang tidak lulus 79 siswa atau 0,016 persen,” jelas Nur Hadi Amiyanto.
Untuk SMP Terbuka yang diikuti 3.241 peserta, yang lulus 3.222 siswa atau 99,414 persen, dan yang tidak lulus 19 siswa atau 0,586 persen. Total seluruh peserta unas 501.295 peserta, yang lulus 501.197 siswa atau 99,980 persen, dan yang tidak lulus 98 siswa atau 0,020 persen. ”Sedangkan untuk SMP Luar Biasa dengan jumlah peserta 213 siswa, semuanya dinyatakan lulus,” katanya.
Nur Hadi menambahkan, untuk kejar paket B dengan jumlah peserta 13.620 orang, yang lulus 13.159 orang, dan yang tidak lulus 461 orang atau 3,385 persen.
Dibanding tahun lalu, kata dia, tingkat kelulusan siswa SMP dan sederajat tahun ini lebih baik. Pada unas tahun lalu, diikuti 492.398 siswa, yang lulus sebanyak 491.281 siswa atau 99,773 persen, sedangkan yang tidak lulus 1.117 siswa atau 0,227 persen.
Nur Hadi juga menyebutkan, salah satu siswa SMP di Kota Semarang menjadi peraih nilai unas tertinggi di Jateng. Siswa tersebut adalah Revi Alvin Razaqi, siswa SMP Negeri 1 Semarang dengan nilai unas, 39,20.”Ada satu lagi siswa SMPN 1 Semarang menduduki ranking 10 tingkat Jateng, yakni atas nama Habib A. Azis,” katanya.
Dia menegaskan, bahwa dalam penerimaan siswa baru tingkat SMA dan sederajat, tidak ada tes tertulis, dan harus berdasarkan nilai unas. ”Tidak ada tes tertulis dalam penerimaan siswa. Yang digunakan adalah nilai unas,” ujarnya.
Sedangkan terkait pengumuman kelulusan tingkat SMP dan sederajat hari ini, Nur Hadi meminta agar Dinas Pendidikan kota dan kabupaten di Jateng bersama jajarannya bisa mengendalikan para siswa yang biasanya melampiaskan kegembiraan dengan aksi corat-coret seragam. ”Saya meminta agar satuan pendidikan bersikap kreatif dalam mencegah konvoi siswa yang merayakan kelulusan besok (hari ini) mulai pukul 15.00,” katanya.
Selain itu, agar dinas pendidikan melakukan koordinasi dengan aparat keamanan setempat, orang tua dan pihak terkait. ”Lebih baik para siswa menyumbangkan seragam pantas pakai ke saudara-saudara yang membutuhkan. Jadi, siswa bisa membagi kebahagiaan dengan orang lain,” harapnya. (hid/aro/ce1)