Ukuran Reklame Dibatasi

283

BALAI KOTA – Pemkot Semarang melalui Dinas Penerangan Jalan dan Pengelolaan Reklame (PJPR) saat ini tengah menata ulang pemasangan reklame di Kota Semarang yang semakin semrawut. Utamanya yang ada di jantung kota, seperti kawasan Simpanglima, Pandanaran, Pemuda, dan titik potensial lainnya. Penataan yang dilakukan mulai dari mengganti materi reklame, mengurangi batas ukuran maksimal, hingga aturan pemasangan reklame di lahan pribadi.
”Jadi nanti reklame yang sebelumnya pemasangannya masih konvensional, yakni billboard disorot menggunakan lampu, sehingga memunculkan kesan tidak rapi. Mulai sekarang kami minta diganti sistem neonbox atau penerangan di dalam billboard. Sehingga terlihat lebih rapi dan sedap dipandang,” terang Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian Dinas PJPR Kota Semarang Anton Siswartono, kepada Radar Semarang, Jumat (13/6).
Anton menegaskan, langkah penataan ulang dilakukan secara bertahap, saat ini diutamakan reklame yang berdiri di lahan milik pemkot. Namun pihaknya tetap mengimbau kepada biro reklame atau pemilik untuk mengganti reklame dengan sistem neonbox. Selain mengubah materi reklame (neonbox), pihaknya juga akan membatasi ukuran maksimal reklame. ”Nanti juga ada perubahan maksimal ukuran. Sesuai perda (peraturan daerah) ukuran maksimalnya 50 meter persegi, tapi di daerah tertentu, kami akan batasi hanya 48 meter persegi,” terangnya. (zal/ton/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.