Bangun Wisata Agro Untuk Pendidikan Masyarakat

434

PRINGAPUS-PT Perkebunan Nusantara IX membangun kawasan wisata, olahraga dan pendidikan di Kebun Ngobo, Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang. Kawasan wisata yang dibangun tersebut dinamai Djatirunggo Park dengan konsep wisata Agro yang dilengkapi wahana permainan dan pendidikan.
Dirut PT PN IX, Adi Prasongko berharap pembangunan kawasan wisata tersebut dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitar kebun. “Kami tahu kebun ini mencar-mencar. Oleh karena itu, pembangunannya menyesuaikan lingkungan masyarakat. Hal itu menjadi tanggungjawab kita, bagaimana keberadaan BUMN Kebun ini bermanfaat bagi lingkungan,” kata Adi Prasongko usai peresmian Djatirunggo Park dan penyaluran bantuan modal kerja mitra PTPN, kemarin pagi.
Oleh karena itu, katanya, tempat strategis seperti ini perlu dikembangkan menjadi tempat wisata. Konsepnya sederhana, yang penting bagaimana bisa membangun infrastruktur di daerah, kemudian bisa mengembangkan ekonomi yang ada di sekitar kebun.
Lebihlanjut Adi Prakosa mengatakan, konsepnya bagaimana wahana Agro wisata selain sebagai tempat wisata, hiburan, juga dapat menjadi model pendidikan seperti mengenalkan lingkungan pada masyarakat. Selain itu pembangunan agro wisata untuk mengimbangi aktivitas masyarakat terkini yang mengalami ketergantungan dengan teknologi. Sehingga membuat orang tidak mau bersosialisasi dengan lingkungannya.
“Selain itu, ada sarana pendidikan di perkebunan seperti didirikannya Taman Kanak-kanan. Kami tidak muluk-muluk dengan membangun yang besar, tetapi dari hal kecil seperti ini mudah-mudahan bisa tumbuh dengan baik,” imbuhnya.
Ditambahkan, Adiministratur Kebun Ngobo, Petrus Budiman, pembangunan Djatirunggo Park diharapkan akan menjadi wahana wisata kebun edukasi. Selain itu, pembangunan lokasi wisata akan terintegrasi dengan masyarakat sekitar. Salah satunya dengan menarik sejumlah pedagang kaki lima yang semula di jalanan ditampung di lokasi wisata.
“Segmentasinya menengah ke bawah. Sebab kawasan tersebut berada di pedesaan yang dikelilingi kawasan industri. Jadi sasaran pengunjungnya para pekerja pabrik dan juga dari masyarakat sekitar. Nilai investasi awal masih berkisar Rp 250 juta, saat ini masih proses membangun, mudah-mudahan bulan depan sudah dibuka,” tuturnya.
Petrus Budiman juga mengatakan pembangunan kebun menjadi kawasan wisata, sebagai upaya mendapatkan penghasilan dari sektor non kebun. Sebab komoditi perkebunan harganya fluktuatif, bahkan di bulan ini harga komoditi karet turun. “Kalau sebelumnya tergantung dari komoditi karet, maka sekarang berfiki mencari cara menghasilkan dari komoditi non kebun,” ungkapnya.
Hanya saja, lokasi wisata masih terkendala infrastruktur jalan yang kurang bagus dan sempit. Sehingga pihaknya berharap ke depan jalan masuk ke kawasan Ngobo diperbaiki. “Soal jalan ada rencana perbaikan dan pelebaran. Rencananya Pemkab akan melebarkan jalan ini hingga tembus dari Pringapus sampai Salatiga,” kata Petrus Budiman. (tyo/sct/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.