Buru Lisensi Profesional Menuju ISL

343

Stadion Jatidiri Tak Terawat dan Penuh Kekurangan

SEMARANG – PSIS memang masih berlaga di kompetisi Divisi Utama yang belum memerlukan kelengkapan tim profesional. Namun PSIS mengupayakan status profesional tersebut lebih dini. Saat PSIS berhasil beranjak tampil di kompetisi kasta tertinggi, Indonesia Super League (ISL), tak perlu lagi pusing dengan urusan lisensi.
Untuk mendapatkan lisensi tersebut, tim berjuluk Mahesa Jenar harus memenuhi lima aspek utama yaitu masalah infrastruktur, personal administrasi, legal, keuanggan serta supporting.
Untuk aspek pertama, yaitu infrastruktur, siang kemarin tim verifikasi dari PSSI sudah meninjau langsung Stadion Jatidiri yang menjadi homebase PSIS. Hasilnya, verifikator menilai begitu banyak kekurangan pada stadion milik Pemprov Jateng tersebut.
“Sebenarnya Stadion Jatidiri memiliki ruangan yang lengkap, namun kurang terawat. Elemen yang paling penting adalah lapangan. Ibaratnya, kondisi lapangan mencerminkan keadaan sebuah klub,” tutur Yulius Amos, salah satu anggota tim verifikasi PSSI yang didampingi oleh anggota tim verifikasi lainnya, Meina Mariela dan asisten manajer PSIS, Adi Saputro.
Selain itu, beberapa ruangan stadion yang diresmikan pada 1991 itu juga sudah berganti fungsi. Seperti ruang kesehatan yang menjadi mushola. Kamar mandi sebagai gudang dan beberapa di antaranya tidak berpintu. Ruang ganti pemain juga tidak berpendingin udara lagi. “Sebenarnya bila stadion sudah memenuhi syarat dan mendapatkan lisensi nantinya bisa digunakan untuk menggelar pertandingan internasional. Seperti uji coba dengan klub dari luar negeri,” sambung Meina Mariela.
Namun demikian, lisensi klub belum diwajibkan bagi klub-klub Divisi Utama. Saat ini hanya diberlakukan bagi klub di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Karena tim kebanggan warga Kota Semarang berkeinginan promosi, mereka bertekad mendapatkan lisensi tersebut.
Manajer Tim PSIS Wahyu Winarto menuturkan, untuk mendapatkan lisensi, pihaknya akan memenuhi segala persyaratan. Termasuk berkoordinasi dengan pihak pengelola untuk membenahi Stadion Jatidiri. Dengan begitu juga akan memberi kenyamanan bagi penonton yang datang. “Dengan begini, kami jadi tahu kekurangan yang ada. Kini tinggal membenahinya. Masih ada waktu bagi kami untuk menjadikan PSIS pantas tampil di kasta tertinggi,” tandas pria yang akrab disapa Liluk itu. (bas/smu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.