Cari Nasabah di Pengajian dan Arisan

306

POLISI menilai Arista dan Onang sudah profesional dalam menjalankan aksi penipuaninvestasi seragam batik. Sejak beroperasi 2009, sudah ratusan warga menjadi korbannya. Mulai dari Subang, Jogjakarta, Semarang sampai Balikpapan. ”Tersangka sangat pandai bicara, jadi banyak calon korban yang tertarik bergabung dalam bisnis tersebut,” kata Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKBP Wika Hardianto.
Dari hasil pemeriksaan sementara, Arista diketahui sudah merencanakan aksi penipuan secara matang. Sebab, ia sudah mengantongi surat perjanjian kerja (kontrak kerja) pengadaan ATK Dinas Pendidikan Kota Semarang serta menggandeng CV Cahaya Mulia Semarang. ”Tapi setelah ditelusuri, ternyata tanda tangan di surat perjanjian kerja ternyata palsu,” imbuhnya.
Dari catatan Polrestabes Semarang, korban pasangan ini diperkirakan mencapai ratusan orang. Sebab dari empat daerah itu yang sudah teridentifikasi, kerugian yang diderita lebih dari Rp 100 miliar. Kerugian masing-masing korban beragam. Mulai dari puluhan sampai ratusan juta rupiah per orang. ”Pelaku mencari nasabah dengan mendatangi pengajian, ibu-ibu arisan dan perkumpulan,” tambahnya.
Total uang yang berhasil dikuras Arista mencapai Rp 100.302.440.000. Rinciannya di Kota Semarang total Rp 24.465.500.000, Subang ada Rp 57.809.440.000) serta Balikpapan dan Jogjakarta tercatat Rp 18.027.500.000. ”Jumlah kerugian sampai sekarang di atas Rp 100 miliar. Tapi jelas ada kemungkinan akan terus bertambah,” tambah Kepala Polrestabes Semarang, Kombes Pol Djihartono.
Djihartono menambahkan, sejumlah korban sudah melaporkan kasus penipuan yang dilakukan Arista ke Polrestabes Semarang. Termasuk Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bunyamin yang mengaku dipalsukan tanda tangannya di surat kerja tersebut. ”Kami sudah mengonfrontir dengan keterangan saksi dan memang terjadi penipuan. Meski tersangka Arista masih terus mengelak, kami tidak percaya begitu saja,” tambahnya.
Onang mengelak dan tidak mengakui jika menipu seperti yang dituduhkan. Tapi ia mengakui ada transfer uang di rekening miliknya. Onang dan Arista merupakan suami-istri tapi sudah pisah ranjang. ”Saya kerjanya servis, tidak tahu menahu (kasus pengadaan seragam),” aku Onang.
Satreskrim Polrestabes Semarang masih terus mengembangkan kasus tersebut. Sejumlah barang bukti diamankan. Yakni dua mobil milik korban, surat perjanjian kerja Dinas Pendidikan Kota Semarang, berbagai bukti transfer, surat perjanjian dengan para korban. (fth/ton/ce1)