Karaoke Diwajibkan Tutup Total

313

DEMAK-Karaoke yang bertebaran di Kota Wali diwajibkan tutup total selama bulan suci Ramadan. Bila nekat tetap buka, akan ditindak tegas aparat gabungan.
Demikian disampaikan Bupati Dachirin Said menanggapi maraknya karaoke yang beroperasi di Demak menjelang puasa ini. “Demak Kota Wali, mestinya bebas dari hal berbau maksimat. Karena itu, saat puasa nanti harus tutup total. Harus ada kesadaran dari para pemilik karaoke ini. Jangan membandel jika tidak ingin dibongkar dan ditutup selamanya,” ujar bupati.
Seperti diketahui, selama ini pemkab tidak tegas menyikapi makin maraknya karaoke di wilayah yang mengklaim sebagai Kota Wali tersebut. Diduga ada upaya pembiaran sehingga pendirian karaoke semakin tidak terkendali. Maraknya karaoke turut memperlancar peredaran minuman keras (miras) dan tindak kejahatan lainnya, termasuk kejahatan seksual dan munculnya para pekerja seks komersial (PSK) antar daerah.
Menanggapi himbauan bupati terkait penutupan karaoke pada bulan Ramadan ini, sebagian  pemilik karaoke tidak mempermasalahkan kebijakan tersebut. “Yang penting tidak ditutup selamanya. Ya, kita hargai bulan Ramadan. Tutup sementara tidak masalah. Yang penting, pemilik lain juga melakukan hal yang sama. Jangan sampai yang satu tutup tapi yang lain masih bebas beroperasi. Akhirnya, nanti yang tutup juga ikut kena imbasnya,” ungkap salah seorang pemilik karaoke yang enggan disebut namanya, kemarin.  
Menurut dia, bila Pemkab ingin menerbitkan perda khusus karaoke atau perda hiburan juga tidak masalah. Meski demikian, kata dia, pemkab harus bisa membedakan antara karaoke liar yang ada di warung remang-remang dan karaoke di bangunan gedung tertutup.
“Mestinya yang ditindak tegas itu karaoke remang-remang itu. Kalau karaoke syariah kita tidak mau ikuti karena khawatir tidak laku,” ujarnya. (hib/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.