Kembangkan Wisata Sejarah

299

MANYARAN – Pemerintah Kota Semarang tidak akan bisa bekerja sendiri untuk mempromosikan berbagai potensi wisata di Kota Semarang. Peran serta masyarakat dibutuhkan untuk membantu promosi wisata. Salah satunya melalui komunitas-komunitas, termasuk komunitas sejarah yang senang ”blusukan” di berbagai situs-situs bersejarah.
“Kami akan melakukan berbagai kegiatan promosi tempat wisata baru seperti Banjir Kanal Barat, beberapa agenda sudah kami buat agar menjadi daya tarik. Komunitas bisa ikut membantu mempromosikan Semarang dengan menulis hal-hal yang menarik,” kata Wali Kota Semarang saat menerima peserta Konferensi Komunitas Sejarah Nasional (KKSN) di rumah dinasnya, Sabtu (14/6) lalu. Kegiatan KKSN yang digelar Lopen Semarang, HMJ Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro dan didukung Radar Semarang ini mempertemukan komunitas sejarah dari berbagai kota di Indonesia.
Pejabat yang akrab disapa Hendi ini mengaku, wisata sejarah merupakan salah satu unggulan di Kota Semarang. Banyak wisatawan yang tertarik datang ke Semarang untuk jalan-jalan di kawasan Kota Lama, Pecinan atau bangunan-bangunan kuno yang bertebaran di Semarang. Hanya saja, Pemkot tidak bisa sembarangan untuk merenovasi bangunan-bangunan cagar budaya yang sudah mulai rusak. Apalagi banyak bangunan cagar budaya yang menjadi milik perseorangan.
“Kami tidak bisa memugar sembarangan, yang jelas pasti kita rawat,” ungkapnya. Hendi juga mencontohkan, gedung Sarikat Islam Semarang dinyatakan sebagai bangunan cagar budaya karena ada peran aktif masyarakat untuk melapor dan menggali data-data sejarah bangunan yang terletak di Kelurahan Sarirejo tersebut.
Ia juga memerintahkan Dinas Pariwisata untuk mengembangkan wisata baru. Seperti rafting di Kandri. Pemkot akan memperbaiki jalan menuju lokasi wisata dan membantu alat rafting yang sesuai standar keamanan. Selain itu, wisata waduk Jatibarang yang menjadi satu dengan Gua Kreo juga akan dipromosikan kembali.
Panitia KKSN Dinda Dwimanda Wahyuningtias mengatakan, Kota Semarang memiliki potensi lebih dalam bidang sejarah. Seperti Kota Lama yang bisa diangkat sebagai objek wisata sejarah unggulan. KKSN menggelar workshop tentang penyelamatan bangunan bersejarah. Dalam workshop, dibahas tentang peran penting pemerintah untuk merawat bangunan bersejarah agar tetap utuh dan tidak rusak.
Peserta KKSN juga sepakat untuk membentuk sebuah forum di masing-masing kota dengan harapan bisa membantu pemerintah melestarikan bangunan bersejarah. ”Namun secara umum, acara ini lebih mengedukasi tentang sejarah sebuah kota dan bangunan tua. Selain itu, juga memberikan input kepada pemerintah untuk segera mengesahkan bangunan yang belum disahkan sebagai cagar budaya,” ungkapnya. (den/ton/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.