Material Dibuang Sembarangan

299



KARANGANYAR-Sejumlah warga di Dusun Dalon, Desa Plesungan, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar mengeluhkan adanya material tanah yang dibuang di pinggir jalan lingkar utara (ringroad) utara di wilayah setempat. Selain membahayakan pengguna jalan, warga juga tidak diberitahu seputar pembuangan material tersebut.
Menurut Sri Mulyani, 60, salah satu warga setempat mengatakan bahwa pembuangan material tanah bercampur benda keras di lokasi itu telah berlangsung sekitar dua minggu lalu. Dump truk datang lalu membuang begitu saja material di pinggiran jalan. “Material itu sangat mengganggu warga di sini,” kata Sri Mulyani.
Warga setempat biasanya memakai pinggiran jalan tersebut untuk mlipir (berjalan di pinggiran). Pasalnya, jalur lingkar utara yang menghubungkan Solo-Karanganyar ini terdapat median jalan. Saat pergian, warga tidak bisa langsung belok karena tidak ada penggalan median di lokasi tersebut. Jika ingin berbelok, harus melalui penggalan yang jauh di sisi barat atau utara. Sehingga ketika dari arah barat, warga biasa berbelok di penggalan median, lalu berjalan pelan melalui pinggiran mengingat bahu jalan cukup lebar. “Tapi dengan adanya material di buang di pinggiran jalan, warga harus sedikit berbelok melawan arus,” ungkapnya.
Bahkan, pernah antara warga setempat sempat terlibat kecelakaan gara-gara berbelok menghindari material. Warga pernah menanyakan kepada pengemudi truk yang membuang. Kala itu, alasan yang diberikan adalah untuk kepentingan pemerintah. Namun warga tidak percaya begitu saja. Sebab, jika untuk kepentingan pemerintah, tentu tidak merugikan warganya.
Selain mengganggu warga, pengguna jalan yang melintas juga berisiko mengalami kecelakaan. Sebab di jalur itu tidak dipasangi rambu-rambu yang memberitahukan tentang adanya material di pinggir jalan. Terlebih jalur di lokasi ini menikung dan kurang lampu penerangan jalan. Apabila berjalan terlalu ke kiri, berisiko menabrak gundukan. “Saya pernah menegur, karena material yang dibuang terlalu menjorok ke
jalan,” ucapnya.
Keberadaannya juga berisiko menimbulkan banjir karena tempat cenderung cekung dan material dimungkinkan menutup saluran air di dekatnya. “Kami tidak pernah diberitahu atau dimintai izin mengenai pembuangan ini. Baik pemberitahuan dari perangkat desa atau instansi pemerintah,” katanya.
Sementara itu, pihak pembuang tidak pernah berterus terang dan langsung cepat pergi ketika material selesai diturunkan. Warga juga tidak berani memanfaatkan, karena takut melanggar hokum. “Apalagi informasinya untuk kepentingan pemerintah,” tandasnya. (ars/jpnn/ida)