Ngambek Menggambar, Asyik Ngedot

273

MUNGKID – Gebyar PAUD yang diadakan di halaman kantor DPRD Kabupaten Magelang, Sabtu (14/6) lalu, berlangsung semarak. Anak-anak dari berbagai kecamatan di Kabupaten Magelang, berkompetisi dalam lomba yang diadakan oleh Himpunan Pendidik Anak Usia Dini (Himpaudi) tersebut.
Ada sejumlah cabang perlombaan yang diadakan. Antara lain, lomba bercerita dengan gambar, finger painting, mengelompokkan biji-bijian, menggambar bebas. Juga ada memindahkan bendera, menangkap ikan, lari estafet gembira.
Pada kesempatan tersebut sejumlah kecamatan juga memamerkan produk khasnya melalui stan-stan yang didirikan di area perlombaan sehingga suasana tampak meriah.
Saat lomba finger painting tampak ada anak yang ngambek tidak mau menggambar. Sudah dibujuk oleh sang ibu dan gurunya, tetap diam saja. Bahkan asyik ngedot dengan botol susunya. Sang ibu pun sampai kebingungan.
”Karena kelamaan nunggu, mungkin mood-nya ilang. Maklum anak-anak,” cetus salah seorang ibu yang menonton.
Ketua Panitia Kegiatan, Suyanto, menuturkan, tujuan kegiatan untuk publikasi. Maksudnya, memberitahukan kepada masyarakat dan khususnya orang tua yang mendampingi, bahwa PAUD sangat penting dewasa ini.
”Dari kegiatan lomba inilah, masyarakat dan wali bisa menilai saat ini keberadaan PAUD sangat penting,” ucap pria yang juga Kasi Pendidikan Masyarakat (Dikmas) dan PAUD Bidang Pendidikan Non-Formal (PNF) Dinas Pendidikan Kabupaten Magelang itu.
Tak hanya itu. Tujuan khusus acara tersebut untuk melatih mental, dan mengembangkan berbagai aspek yang dikembangkan. Antara lain, aspek nilai dan moral agama, sosisal emosional, kognitif, seni, dan fisik motorik.
”Lima aspek yang dikembangkan di PAUD, semua terangkum dalam cabang-cabang perlombaan yang kami sediakan. Totalnya ada 7 cabang perlombaan untuk anak. Di antaranya lomba bercerita dengan gambar, finger painting, mengelompokkan biji-bijian dan menggambar bebas. Dari keempat cabang lomba itu dilakukan secara mandiri, sedangkan dua cabang lomba lainnya dikerjakan secara berkelompok, misal saja estafet gembira dan menangkap ikan,” terang Yanto kepada Radar Kedu.
Sementara lomba untuk pendidik, ada 3 cabang. Yakni mendongeng, membuat alat permainan edukatif (APE) dan tari tembang dolanan. Yanto mengatakan, dari 21 kecamatan yang mengikuti, ada 60 piala yang diperebutkan untuk semua cabang lomba.
Terpisah, salah satu pengasuh Kelompok Bermain Kasih Ibu Sewukan, Kecamatan Dukun, Rahma Widiyanti, 47, memandang acara tahun ini lebih meriah dari sebelumnya. ”Memang, acara kali ini yang paling meriah dibanding tahun lalu. Apalagi, ada penobatan bunda PAUD untuk istri bupati,” katanya di sela-sela acara.
Pengasuh yang akrab disapa Ibu Wiwik itu, mengatakan ada kesan sendiri dalam perlombaan kali ini. Ada kesan baik dan ada kesan yang kurang baik. Acaranya, menurut dia, sudah bagus untuk melatih mental anak.
”Namun sayang sekali, di cabang lomba mengelompokkan biji-bijian, ternyata masih ada ibu yang kurang sabar mendampingi dan belum mengerti bagaimana memperlakukan anak usia dini. Saat anaknya kesulitan, ibunya memaksa anaknya segera menyelesaikan dan dicubit. Bukannya bersemangat, justru anaknya marah meremas wadah biji-bijian itu.”
Wiwik menyayangkan hal seperti itu terjadi. Sebagai seorang ibu bahkan pengasuh atau orang lain pun sangat penting mengetahui cara yang benar untuk memperlakukan anak. ”Jangan sampai hati dan fisiknya terluka. Bagi kami, bergelut di dunia PAUD, setiap hari ada hal yang baru yang kami pelajari,” pungkasnya. (mg4/lis/ce1)