Senang jadi Aktivis Sosial

361

MENJADI aktivis sosial, sudah menjadi cita-cita Umi Barokah sejak duduk di bangku SMA. ”Saya masih ingat, waktu saya SMA saya bercita-cita menjadi aktivis sosial,” ucapnya, singkat.
Di usianya menginjak 44 tahun, Umi aktif berkecimpung di pendampingan sosial. Sasarannya: masyarakat marginal.
”Saya senang membantu pendampingan sosial bagi masyarakat marginal. Pendampingan hukum, kesehatan, dan sebagainya,” ucap Umi, sembari tersenyum.
Menurut Umi, pendampingan sosial cukup membantu bagi pihak yang membutuhkan. Sebagai pemimpin Umi Barokah Foundation (UBF), ia merasa senang jika banyak yang datang ke UBF.
”Alhamdulillah, sudah banyak yang datang ke UBF.  Pintu UBF terbuka lebar bagi siapa pun yang membutuhkan pendampingan. Justru saya senang sekali jika UBF ini ramai didatangi. Jadi tambah saudara dan tidak sia-sia menjadi aktivis sosial,” tutur perempuan yang juga aktif di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Perasaan senang menyelimuti, ketika ia bisa melakukan hal-hal positif bagi orang lain. ”Alangkah bermanfaatnya hidup ini, jika bisa membantu yang lain. Apa yang saya lakukan, jika orang lain merasa terbantu, itu sudah menjadi bayaran yang besar bagi saya,” terangnya. (mg4/isk/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.