Berkas Pulanggeni Dilimpahkan ke Tipikor

323

Dugaan Korupsi Dana PD BKK Rp 1,2 M

KENDAL—Penyidik Polres Kendal telah merampungkan penyidikan kasus dugaan korupsi dana Perusahan Daerah (PD) Badan Kredit Kecamatan (BKK) Kendal. Dengan tersangka pegawai PD BKK setempat, Pulanggeni Maherbudi.
Penyidik Polres Kendal telah melimpahkan tersangka dan sejumlah barang bukti kepada penuntut umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendal. Kini masih disusun dakwaan dan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang untuk diadili.
Kepala Polres Kendal, AKBP Harryo Sugihhartono memaparkan dari hasil penyidikan kasus ini, PD BKK Kendal mengalami kerugian hingga Rp 1,2 miliar. Yakni dari kurun tahun 2011-2012 lalu.
Pulanggeni yang saat itu menjabat Plt Bidang Pemasaran diduga telah menggelapkan dana setoran kredit dari nasabah. “Yakni nasabah yang melakukan cicilan setoran kredit kepada tersangka, tapi uang setoran tidak dimasukkan ke kas PD BKK Kendal. Melainkan digunakan untuk kepentingan diri tersangka sendiri,” ujarnya, kemarin.
Selain itu, tersangka juga menggelembungkan pinjaman dana nasabah. Yakni nasabah yang mengajukan pinjaman melalui Pulanggeni, jumlahnya dibesarkan. Sisa uang pinjaman, lagi-lagi masuk ke kantong pribadi tersangka.
Selain itu, tersangka juga mengajukan kredit fiktif. Yakni seolah-olah ada nasabah yang mengajukan kredit, padahal kenyataannya tidak ada. “Tersangka mencatut sejumlah nama untuk mengajukan kredit. Hal itu dilakukan tersangka tanpa sepengetahuan pemohon kredit,” paparnya.
Tersangka Pulanggeni dijerat dengan pasal berlapis. Yakni Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 jo pasal 18 Undang-undang (UU) nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah ditambahkan dalam UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan korupsi Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. Ancaman pidananya maksimal 20 tahun penjara.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Kendal, Kirno membenarkannya. Pihaknya telah menerima pelimpahan tahap dua atau pelimpahan tersangka dan barang bukti dari penyidik kepolisian.
“Dakwaan sudah kami susun, dalam waktu dekat atau secepatnya kasus akan kami limpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang untuk disidangkan. Tersangka Pulanggeni sudah kami lakukan penahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kedungpane,” timpalnya.
Sejauh ini, pihaknya bersama penyidik sudah berupaya melakukan penyitaan terhadap aset milik Pulanggeni. Yakni untuk menyelamatkan kerugian negara yang mencapai miliaran. Hasilnya, telah didapat aset senilai Rp 150 juta. Berupa tiga bidang tanah.
“Nilai itu memang sangat kecil ketimbang kerugian negara. Kami sebenarnya mau menyita rumah tersangka, tapi sudah diagunkan untuk pinjaman di bank, jadi tidak bisa kami lakukan penyitaan,” tambahnya. (bud/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.