BLI Pantau Konflik PPSM

281

MAGELANG — PPSM Sakti mendapat perhatian khusus dari Badan Liga Indonesia (BLI) terkait penundaan gaji pemain dan pelatih. Meski begitu, organisasi milik PSSI tersebut, baru akan memberikan keputusan pada akhir kompetisi.     
Pelatih PPSM Sakti, M. Hasan mengatakan, BLI sudah beberapa kali berdiskusi dengannya. ”Jelas sudah dipantau oleh BLI. Beberapa kali saya sudah bertemu dengan mereka,” kata Hasan.     
Kendati demikian, BLI tidak akan serta-merta memberikan hukuman kepada PPSM Sakti Magelang. Soal sanksi, harus melalui mekanisme organisasi. ”Kalau manajemen tidak memberikan gaji, jelas akan ada hukumannya,” kata dia.     
Salah satunya, lanjut Hasan, denda bisa berupa uang Rp 200 juta. Juga, bisa menurunkan sebuah klub ke divisi di bawahnya.  Sejauh ini, Hasan, mengaku masih enggan melaporkan secara resmi kasus tersebut ke BLI. ”Belum sampai ke situ (melapor secara resmi, Red). Kita sebenarnya ingin supaya manajemen dan Pemkot Magelang peduli,” lanjut dia.    Hingga kemarin, lanjut Hasan, seluruh pemain PPSM Sakti sudah pulang ke kampung halaman masing-masing. ”Mereka semua sudah pulang, tapi tetap juga belum ada penyelesaian.”
Dihubungi terpisah, Manajer PPSM Widarto mengatakan, pihaknya tidak tinggal diam untuk menyelesaikan permasalahan gaji pemain dan pelatih. ”Kita terus berusaha. Semoga Pemkot (Magelang) juga mau mengerti dan memberi solusi.”
Sejauh ini, kata dia, sudah ada tambahan anggaran yang terkumpul dari iuran donatur dan pendukung PPSM Simolodro. Namun, dia masih belum tahu jumlah uang yang terkumpul. Sehingga pemain belum bisa menerima kekurangan pembayaran gaji.     
Sebagaimana diketahui, gaji pemain dan pelatih PPSM Sakti belum juga dibayarkan oleh manajemen sejak dua bulan lalu. Ada sekitar Rp 200 juta lebih kekurangan yang belum dibayar. (vie/lis/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.