Disdik akan Klarifikasi Kepala SMA 1

335

SALATIGA – Laporan mengenai adanya pungutan kepada siswa baru di SMA Negeri 1 Salatiga mendapat perhatian serius dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Salatiga. Dalam waktu dekat, Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga Tedjo Supriyanto akan turun untuk mengklarifikasi hal tersebut kepada Kepala SMA Negeri 1 Salatiga, Wahyu Tri Astuti. “Secepatnya akan kita klarifikasi,” kata Tedjo melalui Kepala Bagian Humas Setda Salatiga, Adi Setiarso.
Terkait soal penarikan dana siswa tersebut, koran ini mendapatkan keterangan jika semua kebijakan dilakukan oleh kepala sekolah, dan tidak ada koordinasi dengan pihak lain. Beberapa guru yang dihubungi menyatakan enggan memberikan keterangan kepada wartawan terkait penarikan dana tersebut.“Wah, saya humas tetapi soal itu (penarikan dana, Red) minta konfirmasi langsung kepada kepala sekolah saja. Kami tidak mengetahui permasalahan tersebut,” terang Heri, Humas Negeri SMA 1 Salatiga saat hendak dimintai konfirmasinya. Hal senada diungkapkan beberapa guru lainnya yang dihubungi kemarin siang.
Seperti diberitakan sebelumnya, kabar tentang pungutan itu mencuat setelah anggota DPRD Salatiga mendapatkan laporan mengenai adanya pungutan kepada siswa baru di SMA Negeri 1 Salatiga. Pungutan itu ditujukan kepada siswa baru yang masuk program Cerdas Istimewa dan Bakat Istimewa (CIBI), terbagi dalam program akselerasi (kemampuan lulus 2 tahun) dan program pengayaan (siswa berbakat mengembangkan bidang sains, sosial, dan humaniora). Laporan dari masyarakat mengenai pungutan siswa baru dari SMA 1 yang besarannya mencapai Rp 4 juta lebih.
Salah satu wali siswa yang mengikuti seleksi menuturkan, memang telah diberitahu mengenai teknis pembayaran. “Pembayaran bisa diangsur. Anak saya telah membayar psikotes Rp 150 ribu,” kata wali siswa yang tidak mau disebutkan namanya tersebut.
Dari informasi yang diperoleh, SMA Negeri 1 Salatiga menerima sebanyak 220 siswa yang lolos program CIBI, terbagi dalam program akselerasi dan program pengayaan.
Kepala SMA Negeri 1 Salatiga Wahyu Tri Astuti hingga kemarin belum bisa dimintai konfirmasi. Saat dihubungi nomor telepon genggamnya dan dikirimi pesan singkat tidak ada jawaban.(sas/aro)