Enam Model Seksi Cuci Loko

320

TAWANG – Enam model cantik kemarin (16/6) nangkring di lokomotif kereta api warna kuning-hijau. Mereka berpakaian seksi dengan celana ketat sepaha. Tak lama kemudian, air disemprotkan ke arah keenam gadis seksi tersebut. Dengan busa warna kuning, mereka mulai mengelap lokomotif kereta api tersebut. Sementara di depan loko, ratusan fotografer mengabadikan aksi keenam model tersebut lewat lensa kamera.
Ya, itulah suasana lomba fotografi bertema Trains Wash Girls yang digelar oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daops IV Semarang di Stasiun Tawang kemarin. Kegiatan tersebut dihelat untuk memperingati 150 tahun pembangunan jalur kereta api pertama rute Semarang-Tanggung sepanjang 26 kilometer yang menghubungkan Pelabuhan Tanjung Emas, Stasiun Samarang Nederlands Indische Spoorweg (NIS) di Kelurahan Kemijen, Semarang Timur, dan Stasiun Tanggung, Grobogan.
Aksi para model itu pun menyita perhatian pengunjung stasiun. Apalagi para model berdandan cukup seksi. Meski temanya mencuci kereta api, enam model, yakni Alodya Desi, Mala Kansha, Retno DH, Davina, Emilly, dan Angel lebih banyak mejengnya ketimbang mencuci loko.
”Oalah mbak, itu mau nyuci loko, apa cuma mau mandi di atas loko?” celetuk Hasna, salah satu calon penumpang di Stasiun Tawang sambil tersenyum.
Kepala PT KAI Daops IV Semarang Wawan Ariyanto mengatakan, kegiatan tersebut untuk mengenalkan sejarah perkeretaapian kepada masyarakat sekaligus simbol perubahan layanan kereta api yang semakin baik.
”Kita ingin menunjukkan kepada masyarakat jika pelayanan kita lebih baik. Sementara untuk lokomotif yang dicuci adalah lokomotif buatan Jerman yang berusia 50 tahun, kereta ini pun sampai saat ini masih bisa beroperasi,” ujarnya.
Panitia penyelenggara Wawan Widhi menerangkan, lomba fotografi kemarin diikuti 100 perserta dari berbagai kota. Tema yang diangkat kali ini adalah tema yang baru, dan kali pertama diadakan. ”Untuk juri, kita datangkan master fotografi Bambang RSD. Kriteria penilaian adalah kecantikan yang dibalut dengan heritages keunikan lokomotif kuno,” ungkapnya. (den/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.