HIV/AIDS Tinggi, Ikut Tanggung Jawab

359

DEMAK-Majelis Ulama Indonesia (MUI) Demak prihatin atas semakin meningkatnya penderita HIV/AIDS di wilayah Demak yang berjuluk Kota Wali. Karena itulah, MUI sebagai kumpulan para alim ulama turut bertanggung jawab dalam memberikan kesadaran dan penyelesaian masalah yang paling ditakutkan dan mematikan tersebut.
Demikian terungkap dalam Pengukuhan Pengurus MUI Kecamatan se-Demak dan Pembinaan MUI Provinsi Jateng yang berlangsung di Pendopo Kabupaten, Jalan Kiai Singkil, kemarin. Hadir Ketua MUI Jateng, KH Ahmad Daroji; Ketua MUI Demak KH Muh Asyiq; Sekretaris MUI KH Arief Cholil; dan jajaran pengurus lainnya.
Bupati Demak, Dachirin Said menegaskan bahwa MUI harus ikut prihatin dan mestinya ikut turun tangan sesuai perannya sebagai penjaga gawang atas berbagai masalah sosial keagamaan yang terjadi di lingkungannya. “Peran MUI jangan hanya wacana saja. Peran itu harus nyata ikut menyelesaikan persoalan yang terjadi,” terang bupati.
Menurutnya, HIV/AIDS terus tumbuh berkembang menjangkiti masyarakat di Kota Wali. Di antaranya akibat mentalitas yang kurang baik. “Terlalu mengejar ekonomi secara lahiriyah, tapi hatinya kosong. Akhlaknya tidak dibawa saat bekerja. Pada akhirnya hanya membawa uang tak seberapa dari kerjanya, namun ada dampak besar, yakni membawa penyakit AIDS. Istri dan anaknya yang tidak tahu apa-apa, ikut tertular,” katanya.
Sekedar diketahui, data yang dirilis LSM Gapoera Peduli AIDS sebelumnya menyebutkan, pada 2014 ini tercatat sudah ada 174 orang di Demak yang terjangkit HIV/AIDS. Dari jumlah itu, 45 di antaranya meninggal dunia. Jumlah itu, mengalami kenaikan dibandingkan pada 2013 lalu yang hanya 152 orang penderita dan 40 di antaranya tewas. Karena itu, kenaikan rata-rata mencapai 3 hingga 4 orang penderita perbulan. (hib/ida)