Kebakaran Pabrik Bukan yang Pertama

406

TEMANGGUNG — Kebakaran yang meludeskan pabrik kayu lapis, PT Tanjung Kreasi Parquit Indonesia (TKPI) di Desa Pingit, Kecamatan Pringsurat, pada Minggu (15/6) malam, bukan kali pertama.
Sebelumnya, kebakaran serupa pernah terjadi. Namun, amukan si jago merah luput dari pantauan media, lantaran ketika terjadi kebakaran, petugas keamanan pabrik melarang awak media untuk meliput.
Pada peristiwa kebakaran Minggu (15/6) hingga Senin (16/6) dini hari kemarin, api melahap bagian pengovenan, sekitar pukul 19.00. Api terus membesar dan menjalar ke ruangan lain, setelah karyawan tidak mampu meredam amukan si jago merah.
Sedikitnya, lima gedung lain yang bersebelahan dengan bagian oven, luluh lantak. ”Saya tahunya mulai pukul tujuh. Kejadian ini pas banyak karyawan yang libur dan hanya ada satpam saja,” kata Subandi, 56, warga sekitar.
Dikatakan, sebelum kebakaran kemarin malam, pabrik kayu itu pernah mengalami kejadian serupa. Hanya saja, amukan si jago merah tak terlalu besar. ”Dulu hanya kebakaran di serbuk-serbuk. Kalau sekarang sangat besar,” ucapnya.
Dikatakan, setelah api menjalar dan sulit dijinakkan, petugas pemadam kebakaran (damkar) dari Pemkab Kabupaten Temanggung, diterjunkan untuk memadamkan api. Tim damkar dari Pemkab Magelang dan Pemkab Semarang pun diterjunkan.
Besarnya api yang melumat bagian produksi pabrik kayu lapis tersebut, membuat petugas nyaris putus asa. ”Petugas kami seluruhnya diturunkan,” kata petugas jaga pemadam kebakaran DPU Temanggung yang dihubungi melalui saluran telepon.
Saksi mata lainnya, Yuwono, mengaku awalnya tak tahu ada kebakaran. Namun, setelah nyala api mewarnai langit begitu terang, warga berbondong-bondong datang ke lokasi. Warga yang datang berhamburan, dicegah masuk ke dalam pabrik. Hal yang sama juga dialami oleh awak media.
Wartawan yang hanya bisa meliput dari luar pabrik mencatat adanya lima bangunan yang terbakar. Namun, api yang masih membesar, diprediksi bahwa si jago merah masih melumat bangunan lainnya.
”Sudah ada lima yang terbakar. Mungkin ada lagi nanti,” ucap Sumardi, warga lainnya.
Sementara itu, akibat kebakaran besar yang melanda pabrik tersebut, jalur Semarang-Jogja yang berada di depan pabrik, terjadi kemacetan panjang.
Kemacetan berlangsung hingga berjam-jam, lantaran lalu-lalang mobil pemadam kebakaran mengharuskan adanya jalur khusus. (zah/isk/ce1)