Pesan Keharmonisan Alam dalam Tarian

458

SEKARAN – Lima penari itu memasuki panggung dari sisi depan. Seorang memanggul kepala kerbau yang telah terpenggal, yang lainnya membawa sesaji. Mereka mempersembahkannya untuk leluhur pantai utara Jawa, Dewi Lanjar. Cerita itu berlatar waktu masa penjajahan Belanda.
Ketika itu, masyarakat yakin, dengan selalu melakukan ritual sedekah laut, rezeki yang mereka dapat akan selalu mengalir. Namun, semua berubah setelah beberapa di antara penduduk terpengaruh oleh Belanda yang mulai datang dan menguasai nusantara. Mereka terhasut dan berkhianat terhadap bangsa sendiri.
Bencana pun datang dalam berbagai wujud. Bencana itu diyakini akibat Dewi Lanjar yang marah karena rakyat tidak lagi menjaga kerukunan dan keharmonisan alam. Rakyat saling tuding. Namun akhirnya ada seorang tokoh masyarakat yang mampu mengingatkan. Setelah mereka kembali melakukan ritual sedekah laut, keharmonisan kembali tercipta. Belanda pun dapat di
Sepenggal cerita tersebut berhasil disisipkan dalam bentuk karya tari berjudul Wutahing Ludira Hangrungkebi Nuswantara dalam Pergelaran Tari 2014, Minggu (15/6) malam. Pentas berlangsung di ruang B6 Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang (FBS Unnes).
Maya Yuanita Agustiani, salah satu mahasiswi yang menjadi penari dalam karya tari itu mengatakan, dalam karya tari tersebut ia dan penari yang lain ingin bercerita dan menyampaikan pesan tentang pentingnya sebuah kerukunan dan keharmonisan alam dalam setiap detail tarian-tarian yang dibawakan.
”Keharmonisan alam itu adalah tujuan semua orang,” kata Maya. Karya tari yang digelar berjudul Sekar Kemuning, Kemelud Kelud, Rewandagni, Konjuk Tresna, Ngadi Sarira, dan Srikandi Edan tersebut. Secara keseluruhan pementasan diperagakan 71 mahasiswa dengan 7 dosen pembimbing.
Ketua Jurusan Sendratasik FBS Unnes, Joko Wiyoso mengatakan, pergelaran tari sebagai agenda tahunan dapat menjadi promosi keunggulan Jateng dalam bidang seni dan budaya. ”Kami telah mengajak kerja sama berbagai instansi, termasuk pemerintah provinsi Jateng untuk meningkatkan potensi ini,” ujar Joko.(mg1/ton/ce1)