PT Phapros Industri Ramah Lingkungan, Targetkan Proper Emas

987

Oleh :
Risma Anisa Syfani
SMA Kesatrian 1 Semarang

PT Phapros Tbk yang berada di Jalan Simongan No 131 Semarang, membuktikan bahwa menjadi pabrik farmasi di tengah permukiman tidak mencemari lingkungan sekitar. Limbah yang dihasilkan dari PT Phapros ini tidak langsung dibuang dan mencemari lingkungan begitu saja.
Environment Health and Safety (EHS) Officer PT Phapros Tbk, Adi Sutejo, memberi penjelasan tentang pengolahan limbah di PT Phapros kepada siswa SMA/MA/SMK se-Eks Karesidenan Semarang saat event Phapros Healthy Education Student 2014 (Study Visit and Journalist Competition) tanggal 28 Mei 2014 lalu yang diikuti 54 siswa dari 19 sekolah.
”Limbah di PT Phapros terbagi atas dua jenis, yaitu limbah cair dan limbah padat. Limbah cair yang dihasilkan dilakukan pengolahan dengan beberapa tahap, mulai sedimentasi sampai dengan filtrasi dan dilakukan pemeriksaan sesuai baku mutu baru dibuang ke saluran umum. Karena, limbah yang dihasilkan dari proses produksi tidak boleh menjadi cemaran bagi lingkungan sekitar pabrik apalagi penduduk sekitar,” ujarnya.
Menurutnya, pengolahan limbah di PT Phapros telah memenuhi standar manajemen mutu lingkungan yang dibuktikan dengan diperolehnya sertifikat ISO 14001 tentang Sistem Manajemen Lingkungan.
”Untuk limbah padat dikelompokkan atas limbah padat B3 dan non B3. Limbah padat B3 dimusnahkan di PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) Cileungsi Bogor dan ada pula yang dikirim ke pabrik Semen Holcim untuk dijadikan bahan campuran pembuat semen. Untuk limbah non B3 dibagi atas non B3 komersial, seperti kardus dan plastik dijual ke pengepul, sedangkan untuk limbah nonkomersial dibuang ke TPA dan untuk limbah kantin serta dedaunan dibuat komposting sebagai pupuk tanaman di lingkup perusahaan,” jelas Adi.
Assistant Manager Utility PT Phapros Tbk, Muhammad Ali, menambahkan penjelasan tentang pengolahan limbah udara di PT Phapros.
”Selain limbah di atas, industry juga menghasilkan limbah udara. Namun, sebelum dibuang ke udara di-filtrasi terlebih dahulu, sehingga tidak ada cemaran serta bau yang tidak sedap menyebar ke lingkungan sekitar pabrik. Emisi udara juga diukur setiap tiga bulan sekali oleh pihak laboratorium yang ditunjuk pemerintah untuk memastikan bahwa emisi udara memenuhi nilai ambang batas yang ditetapkan,” ungkapnya.
”Bukti kepedulian lingkungan, PT Phapros telah mendapatkan proper hijau dua kali berturut-turut dan tahun ini menargetkan untuk mendapatkan proper emas,” lanjut Ali.
Menjadi pabrik farmasi yang baik dan ramah lingkungan sudah dibuktikan oleh PT Phapros meski berada di tengah permukiman. Produknya pun tetap terjaga mutu dan kualitasnya. Harapannya, di ulang tahun yang ke-60 ini, PT Phapros tetap menjadi produsen obat yang ramah lingkungan dengan menargetkan mendapat proper emas di tahun ini. (*)