Sudah Mahir Bikin Koreografi

340

DUNIA tari benar-benar mengangkat harkat dan martabat dara kelahiran Pekalongan, 21 Febuari 1999 dan keluarganya tercinta. Selain mendapat banyak prestasi, Cahya Ari Safira juga membantu keluarganya dalam keseharian.
“Menari memang hobi saya sejak balita. Menurun dari ibu, karena saat muda dan sekarang masih aktif melatih tari. Bahkan kedua adik saya terutama yang kedua juga penari,” ucap pelatih tari muda dan penari profesional ini.
Walaupun masih terbilang belia, siswi kelas X SMAN 4 Pekalongan tersebut sudah bisa menciptakan koreografi banyak tarian baru berbasis budaya lokal. Seperti tari Megono Combrang, tari Batik ATBM. Bahkan, dirinya terus menggarap tarian yang mengangkat sejarah Pekalongan.
Mengikuti berbagai kejuaraan dan sering menang menjadi aktifitas rutinnya. Puncak prestasinya, pada 5 Febuari 2014 kemarin. Bersama timnya dari Sanggar Greget dikirim ke acara Chingay Parade 2014 di Singapura. Untuk mewakili tim kebudayaan Provinsi Jateng, dirinya merupakan satu-satunya perwakilan Pekalongan yang menari topeng
di F1 Pit Building.
“Perasaan saya, tentunya senang banget. Sampai tidak bisa ngomong apa-apa. Terlebih bisa mewakili Indonesia pada umumnya dan Kota Pekalongan khususnya. Juga dapat menambah pengalaman saya pada dunia tari menari,” terangnya sumringah.
Mewakili almamaternya SMAN 4 kemarin dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional Kota Pekalongan, karyanya tari Batik ATBM menang. Dalam waktu dekat dirinya juga sedang persiapan untuk gelaran tari kolosal berpasangan yang melibatkan 100 orang penari dalam ajang Festival Seni Budaya Syawalan Pekalongan 2014. “Selain turut menari, saya juga akan membantu koreografi dan melatih pesertanya,” pungkasnya. (han/ida)