Siap Buka Banyak Rute Internasional

323

KALIBANTENG – Pengembangan Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang ditargetkan selesai dalam waktu 24 bulan. PT Angkasa Pura I mengucurkan dana Rp 1,5 triliun untuk membangun bandara tersebut. Pengembangan bandara diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Jateng serta membuka lebih banyak rute penerbangan baru.
Presiden Direktur PT Angkasa Pura I Tommy Soetomo mengatakan, nilai investasi Rp 1,5 triliun yang dikucurkan di bandara Ahmad Yani tersebut sama dengan besaran pengembangan bandara di Banjarmasin. Di waktu yang sama, pihaknya juga mengucurkan dana Rp 6 triliun untuk pengembangan bandara di Jogjakarta.
”Pengembangan Bandara Internasional Ahmad Yani ini dibagi dalam 4 paket pekerjaan. Paket pertama sudah selesai tender dan akan langsung digarap 2 BUMN,” paparnya sebelum Penandatanganan Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) dan Groundbreaking Bandara Ahmad Yani, Selasa (17/6).
Dia menambahkan, dalam 3 tahun terakhir pihaknya telah mengucurkan dana Rp 7 triliun untuk pengembangan bandara di Bali, Balikpapan, dan Surabaya. Pengembangan bandara yang dilakukan memiliki dampak yang sangat luas. Dia mencontohkan setelah bandara di Bali dikembangkan, pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Badung, Bali merupakan yang tertinggi di Indonesia.
Tommy berharap pengembangan Bandara Internasional Ahmad Yani selesai dalam waktu 24 bulan. ”Namun tantangan yang harus dihadapi luar biasa, karena terminal, apron, dan bangunan pendukung akan dibangun di atas rawa,” ujarnya.
Pengembangan bandara sendiri mutlak harus dilakukan, karena bandara yang ada saat ini hanya berkapasitas 800 ribu penumpang. Sementara jumlah penumpang sudah mencapai 3,2 juta.
Menurut dia, groundbreaking bandara Ahmad Yani membuat masa deg-degannya berakhir. Sebab, selama ini Tommy mengaku terus dikejar-kejar oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.
Menteri Perhubungan (Menhub) EE Mangindaan mengatakan, Bandara Ahmad Yani merupakan bandara yang strategis, karena bukan hanya menyangkut kepentingan Jateng. Lebih dari itu Ahmad Yani disiapkan untuk membuka lebih banyak rute internasional. ”Sebab, Bandara Soekarno–Hatta sudah sangat padat. Harus over ke Jateng karena banyak sekali kepentingan. Harapannya slot internasional lebih banyak dibuka,” paparnya. Ke depan, lanjutnya, maskapai Garuda Indonesia akan mengalihkan rute dari Soekarno–Hatta ke Ahmad Yani.
Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro mengatakan, keberadaan bandara Ahmad Yani juga menjadi pusat pertahanan, karena di lokasi itu ada Pusat Penerbad. Namun di sisi lain ada kebutuhan ekonomi yang harus diwadahi. Pengembangan bandara dengan fungsi pertahanan untuk kebutuhan penerbangan sipil tersebut juga dikembangkan di Solo dan Jogjakarta. ”Nanti untuk PT Angkasa Pura I ada kewajiban tetap kepada negara dan kontribusi keuntungan yang masuk ke negara juga,” katanya.
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berharap performa Jateng bisa meningkat dengan adanya pengembangan bandara. Dengan adanya bandara yang representatif, dia berharap nilai ekspor Jateng bisa meningkat. Lebih lanjut dia berharap direct flight dari Semarang ke beberapa wilayah Indonesia dan negara tetangga bertambah. ”Kalau bisa dibuka penerbangan langsung ke Jeddah, jadi naik haji tidak usah ke Solo, lewat Semarang,” imbuhnya.
Groundbreaking Bandara Internasional Ahmad Yani, menurutnya, adalah akhir penantian panjang. Sebab, rencana pengembangan sudah dilakukan sejak gubernur-gubernur sebelumnya. ”Saya ini sudah gubernur keempat. Rasanya Alhamdulillah, plong,” katanya.

Multimoda
Sementara itu, pemerintah pusat akan mengembangkan sarana transportasi multimoda di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Angkutan berat yang semula melewati jalan darat akan dialihkan melalui kereta api (KA) dan kapal laut. Transportasi multimoda ini diterapkan untuk mengurangi biaya tinggi dan menekan kerusakan jalur pantura.
Menhub EE Mangindaan menyatakan, pemerintah pusat berkomitmen untuk mengembangkan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Pelabuhan tersebut memiliki persoalan terendam rob dan tanah yang terus-menerus menurun setiap tahun. ”Untuk mengaktifkan rel KA saja kita angkat 10 meter lebih. Ini perlu ada perhatian khusus dan sedang kita pikirkan,” katanya.
Ke depan, pihaknya berkeinginan seluruh peti kemas dan angkutan berat diangkut melalui KA dan kapal laut. ”Kita terapkan multimoda, bukan hanya single moda seperti di Teluk Lamong di Jatim yang sudah dibangun. Nantinya ke Sumatera pun harus lewat laut,” ujarnya.
Ganjar Pranowo menambahkan, pihaknya akan terus mendorong pengembangan pelabuhan di wilayahnya tersebut. Pascasukses melakukan lobi Bandara Ahmad Yani, dirinya langsung meminta izin kepada Menteri Perhubungan untuk mengejar pembangunan pelabuhan. ”Jika pengembangan transportasi multimoda ini jadi, kita akan terus dorong infrastruktur pendukungnya. Seperti jalan, bahkan kita akan langsung jualan sektor pariwisata yang menjadi andalan Jateng,” terangnya.
Menurut Ganjar, Jateng saat ini sedang seksi-seksinya untuk investasi. Dia mengaku sudah bertemu asosiasi pengusaha logistik yang mengeluhkan buruknya infrastruktur di provinsi ini. ”Mereka bilang banyak yang bisa diperdagangkan di Jateng. Namun karena buruknya transportasi menjadi tidak bisa. Ini menjadi kendala,” kata dia. (ric/aro/ce1)