Sopir Truk Ditetapkan Tersangka

315

Polisi Gelar Razia Truk

MUNGKID– Sopir truk nomor polisi B 9019 WQA, Muhammad Sodiq ditetapkan sebagai tersangka kasus kecelakaan yang mengakibatkan empat orang meninggal dunia di jalur turunan Desa Mangli Kecamaatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Minggu (15/6). Dia dianggap lalai sehingga gagal mengendalikan kendaraannya.
“Sudah kita tetapkan sebagai tersangka. Tapi yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan medis,” kata Kapolres Magelang AKBP Murbani Budi Pitono melalui Kasatlantas AKP Jamal Alam, kemarin.
Polisi menyangka sopir dengan pasal 303 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. “Setiap orang yang mengemudikan mobil barang untuk mengangkut orang tanpa alasan bisa dipidana kurungan dan denda,” katanya.
Menurut hasil identifikasi, kecelakaan tersebut terjadi karena sopir gagal menguasai kendaraannya saat melewati turunan tajam. “Bukan masalah rem karena tidak ada bekasnya,” terangnya.
Dari keterangan saksi, mobil juga sempat oleng sebelum melewati turunan itu. “Sopir tersebut bukan pemilik mobil jadi kemungkinan belum terbiasa,” tambah dia.
Sebelumnya diberitakan truk yang mengangkut rombongan kesenian itu terbalik dua kali hingga mengakibatkan empat orang meninggal. Belasan lainnya luka-luka dan masih dirawat di sejumlah rumah sakit.
Empat orang yang meninggal adalah Rozaq, 13, Muhdzakir, 60, Giyono, 50, Wahono, 35. Semuanya warga Dusun Mantran Kulon. Hampir semua korban yang meninggal mengalami luka cukup parah di sekujur tubuhnya. Karena tergencet badan truk.
“Yang meninggal di TKP satu orang, sementara tiga lainnya di rumah sakit,” lanjut Jamal.
Sementara itu, kemarin polisi menggelar razia di sejumlah lokasi. Sasarannya adalah kendaraan muatan barang yang difungsikan untuk memuat manusia.
Selain itu, polisi juga mengirimkan surat imbauan ke-21 kecamatan se-Kabupaten Magelang untuk menyosialisasikan larangan penggunaan kendaraan barang untuk mengangkut manusia. “Semua jajaran juga sudah kita mintai untuk sosialisasi,” terangnya.
Dia mengatakan di Kabupaten Magelang menggunakan angkutan barang untuk memuat orang memang sudah membudaya. “Selain minimnya sarana transportasi juga faktor ekonomi karena mungkin lebih murah,” beber Jamal.
Namun dia berharap pascakejadian itu, masyarakat semakin paham bahayanya menggunakan kendaraan angkutan barang. “Kita akan tekan terus di lapangan,” tambah dia.
Sementara itu, Muhammad Sodiq, mengaku masih merasa sakit pascakecelakaan itu. Dia juga masih belum bisa memberi keterangan maksimal ke polisi.
Hanya saja, dia mengaku kecelakaaan itu terjadi sesaat setelah dia melihat ada sebuah sepeda motor yang mendahului dari sisi kiri. “Saya kaget lalu banting kemudi, tapi malah oleng,” kata dia.
Dia juga menyatakan rem berfungsi dengan baik. Sementara itu, Bupati Magelang, Zaenal Arifin juga berkesempatan melayat ke sejumlah korban kecelakaan. Bupati menyampaikan rasa belasungkawa.
“Kita harapkan ini kejadian yang terakhir. Ke depan saya juga mengimbau supaya tidak menggunakan mobil terbuka untuk mengangkut warga. Karena bahaya,” terangnya. (vie/lis)