40 Truk Terjaring Razia di Jalur Maut

280

UNGARAN – Sebanyak 40 truk dan bus, Rabu (18/6) pagi kemarin terjaring razia di jalur maut Ambarawa-Magelang, tepatnya di kawasan Jambu. Sejumlah kendaraan yang melanggar aturan tersebut kemudian dikenai tilang untuk menjalani persidangan atas pelanggaran yang dilakukannya. Razia digelar tim gabungan Satlantas Polres Semarang dengan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Semarang.
Menurut Kasat Lantas Polres Semarang, AKP Suwarsi, operasi gabungan tersebut khusus untuk kendaraan berat, seperti truk dan bus. Razia dilaksanakan karena di jalur tersebut sering terjadi kecelakaan lalu lintas yang banyak disebabkan karena kendaraan melebihi muatan yang ditentukan (tonase). Kelebihan muatan itu yang kerap menyebabkan tidak berfungsinya rem kendaraan sehingga menimbulkan kecelakaan.
”Jadi kita lakukan operasi ini untuk memeriksa layak tidaknya truk tersebut beroperasi dan pelanggaran muatannya. Tidak hanya kendaraannya, tetapi pengemudi dan kelengkapan surat-suratnya kita periksa,” tutur AKP Suwarsi.
Bahkan petugas kepolisian dan Dishubkominfo tidak hanya mengecek surat-surat dan kondisi kendaraannya, tetapi juga sopirnya. Hasil pemeriksaan yang dilakukan di pangkalan truk di kawasan Jambu petugas Dishubkominfo menilang 25 truk, dan bus yang melanggar trayek dan uji KIR (kelaikan kendaraan) kedaluwarsa. Sedangkan dari Satlantas memberikan tilang kepada 15 truk dan bus karena melanggar administrasi lalu lintas. ”Harapannya dengan kegiatan ini dapat menjadikan para pengemudi lebih tertib berlalu lintas,” tutur Kepala Dishubkominfo, Prayitno.
Satlantas juga memberlakukan jam operasional bagi truk bermuatan berat. Truk-truk harus berhenti beroperasi pukul 06.30 hingga 07.30. Selama berhenti, truk diparkir di kantong-kantong parkir yang telah disediakan. Tujuannya, untuk mengantisipasi terjadinya ketersendatan arus lalu lintas pada pagi hari dan meminimalisasi terjadinya kecelakaan lalu lintas. (tyo/aro/ce1)