Angkat Kucing Domestik Bukan Buangan

617

Pekunsmar, Komunitas Pencinta Kucing Semarang

Pencinta kucing Semarang dan sekitarnya membentuk komunitas. Namanya Pekunsmar atau Komunitas Pencinta Kucing Semarang. Seperti apa?

DARI kegemarannya memelihara kucing di rumahnya, muncullah ide dari Aryo Bagus Mardiko dan Herlambang untuk membentuk komunitas pencinta kucing di Semarang. Tepat pada 17 Maret 2012, dibentuklah Komunitas Pencinta Kucing Semarang atau Pekunsmar.
”Komunitas ini dibentuk agar para pencinta kucing nggak kebingungan dalam mendapatkan info cara merawat dan memelihara kucing-kucingnya. Karena di komunitas ini, antaranggota bisa berdiskusi apa saja tentang kucing,” kata Lambang, sapaan akrab Herlambang kepada Radar Semarang.
Herlambang menjelaskan, sebelum Pekunsmar terbentuk, hampir di setiap kota telah berdiri komuitas pencinta kucing. Karena itu, pihaknya ingin mengadopsi kota-kota lain tersebut.
”Maka terbentuklah Pekunsmar yang menjadikan komunitas ini sebagai ajang berinteraksi antar pencinta kucing, serta memberikan edukasi dan sosialisasi tentang kucing kepada masyarakat,” jelas cowok yang punya 8 ekor kucing ras dan seekor kucing domestik ini.
Dikatakan, sampai saat ini anggota Pekunsmar yang bergabung mencapai 2.079 member. Mereka tak hanya warga Kota Semarang, tapi juga kota-kota sekitarnya.
Pria kelahiran 22 Januari 1989 ini mempromosikan komunitas ini lewat sosial media Facebook dengan akun Pekunsmar. Pekunsmar sendiri memiliki basecamp sebagai tempat berkumpul di Jalan Tegalsari Barat V No 34 Semarang, yang merupakan rumah Herlambang. Namun mereka juga kerap mengikuti perkumpulan sesama pencinta kucing di kota lain, dan menggelar gathering setiap dua minggu sekali.
Dijelaskan, gathering minggu pertama biasanya diisi materi tentang cara merawat kucing, kesehatan, serta menjaga kebersihan kucing maupun sekitarnya. Sedangkan pada pertemuan minggu kedua biasanya mereka berinteraksi ke masyarakat atau komunitas lain di acara car free day pada minggu pagi.
”Dulu kami sering kumpul di depan kantor Kejati Jateng, tapi sekarang di depan Gedung Dinperindag Jalan Pahlawan,” tutur pemuda yang hobi traveling ini.
Komunitas ini juga sering mengadakan gathering bareng dengan komunitas lain, seperti Komunitas Reptil Semarang T-Rec, KSE atau Komunitas Satwa Exotic dan masih banyak lagi.
Selain berkumpul untuk berdiskusi, lanjut dia, komunitas ini juga menguji kesehatan dan kecantikan kucingnya melalui perlombaan yang diikuti setahun sekali. Mereka berharap ke depannya akan membuat progam kerja berupa acara-acara cat fun dan edukasi ke masyarakat umum dengan sarana media sosial, penyuluhan, serta atribut yang bersifat edukasi.
Dikatakan, tidak ada ketentuan khusus untuk jenis kucing yang harus dimiliki jika ingin bergabung di komunitas Pekunsmar. Karena jenis kucing umum dan semua kucing bisa masuk. Mulai kucing domestik sampai kucing ras.
”Kami juga punya tiga dokter hewan dari QTY Pet Care yang juga membantu kami dalam semua kegiatan, mulai edukasi sampai kegiatan sosial seperti bakti sosial,” ucap suami dari Dwi Apriyanti Rahayu ini.
Dokter hewan tersebut datang setiap ada gathering.
Ke depan, Herlambang berencana membuat kegiatan sosialisasi tentang kucing dengan menjadikan kucing bukan musuh manusia tapi sebagai hewan yang wajib disayang.
”Kemudian kami ingin mengubah pola pikir masyarakat akan kucing yang dianggap sebagai sumber penyakit terutama toksoplasma, serta mengangkat kucing domestik sebagai hewan peliharaan yang juga wajib disayangi, bukan kucing buangan atau kucing pasar,” ucap Herlambang. (intan maylani sd/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.