Jalan Alternatif Magelang – Kulonprogo Diperbaiki

453

MUNGKID– Wilayah perbatasan terus diupayakan untuk mendapat prioritas perbaikan. Salah satunya jalur alternatif Kabupaten Magelang, dengan Kabupaten Kulonprogo, Jogjakarta.
Selain jalur transportasi, jalan itu merupakan jalur evakuasi warga menuju tempat evakuasi akhir (TEA) Tanjung, Kecamatan Muntilan, Magelang.
Pantauan koran ini, pekerja masih fokus di seputaran Desa Sriwedari, Kecamatan Muntilan. Jalan yang rusak mulai diperbaiki, termasuk gorong-gorong. Menurut Rohmad, 34, warga setempat, kerusakan jalan itu memang parah.
Selain aspal yang terkelupas, di sepanjang banyak titik ambles sehingga jalan tidak rata. “Saat banjir lahar yang memutus jalur Magelang – Jogjakarta dulu, jalan Magelang – Kulonprogo menjadi jalur alternatif,” ujarnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Sujadi menyatakan, jalur alternatif Magelang – Kulonprogo, merupakan jalur yang sangat vital. Sebab saat bencana Gunung Merapi, jalan tersebut merupakan jalur evakuasi warga menuju TEA Tanjung, Muntilan, termasuk jalur tempat pengungsian di Balai Desa Sriwedari.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Energi Sumber Daya Mineral (DPUESDM) Kabupaten Magelang, Sutarno menyebutkan, setidaknya ada 14 ruas jalur evakuasi yang telah diperbaiki. Jalur yang sekaligus menjadi akses ekonomi warga itu, tersebar di Kecamatan Srumbung, Dukun dan Sawangan.
Adapun titik jalur evakuasi yang menjadi prioritas perbaikan meliputi jalur Muntilan-Talun (Kecamatan Dukun), Talun-Tlatar, Mangunsuko-Krinjing, Tegalsari-Srumbung, dan Salam-Kaligesik, serta jalur alternatif Magelang – Kulonprogo, di DesaSriwedari, Muntilan.
Perbaikan jalur sepanjang 50 kilometer, telah menelan biaya sekitar Rp 200 juta yang diambil dari anggaran rutin pemeliharaan jalan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Magelang tahun 2014. “Jalur evakuasi sudah selesai diperbaiki. Untuk perbaikan permanen, dilaksanakan awal bulan Juni 2014 melalui proses lelang,” imbuh Sutarno. (vie/lis)