Jelang Puasa Ramadan, Harga Beras Naik

297

KAJEN–Menjelang puasa Ramadan 1435 H, harga beras terus mengalami kenaikan sejak dua minggu lalu. Harga beras IR 64 yang semula Rp 7200 per kilogramnya, kini sudah mengalami 3 kali ganti harga. Bahkan, hingga Rabu (18/6) siang kemarin, harga beras IR 64, sudah menembus Rp 8700 per kilogramnya. C4 kualitas super, sudah dihargai Rp 9 ribu per kilogramnya, dari semula Rp 8200 per kilogramnya.
Naiknya harga beras tersebut, karena banyaknya permintaan untuk kebutuhan menjelang bulan puasa. Untuk pedagang tingkat eceran, beras IR 64 kualitas super sudah tembus Rp 9200 ribu per kilogram.
Misriyah, 42, warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Kajen, pedagang sembako, mengungkapkan bahwa naiknya harga beras saat ini, lebih disebabkan naiknya harga di pengepul. Alasannya biaya transportasi naik, karena jalanan rusak.
“Harga dari pasarnya saja sudah naik antara Rp 1000 hingga Rp 1500, dengan alasan transportasinya juga ikut naik, terpaksa saya juga ikut menaikkan harga,” ungkap Misriyah. Rabu (18/6) siang kemarin.
Misriyah juga mengatakan bahwa beberapa daerah pemasok beras, seperti Kabupaten Demak dan Kudus, sudah hampir dua minggu ini tidak mengirimkan, karena adanya musibah banjir yang baru saja terjadi.
”Pedagang beras dari Demak dan Kudus untuk dua minggu ini, hanya satu dua orang pedagang saja. Padahal biasanya jumlahnya banyak sekali hingga antre di depan pasar,” kata Misriyah.
Hal senada dikatakan, Badriyah, warga Kelurahan Landungsari RT 04 RW 1, Kota Pekalongan. Pedagang beras di Pasar Wiradesa ini menuturkan bahwa naiknya harga beras, karena tingginya permintaan serta adanya penambahan ongkos kirim armada yang membawa beras.
“Biasanya pasokan beras selama ini didatangkan dari daerah Demak dan Delanggu. Namun bulan ini kami mengambil beras sendiri, tak lagi dikirim. Jadi jenis beras C4, pandan wangi, petruk dan rojo lele, semua naik sekitar Rp 1000–Rp 1500,” jelas Badriyah.
Sementara itu, Kasi Perlindungan Konsumen Disperindagkop Kabupaten Pekalongan, Dewi Fabanyo mengatakan bahwa naiknya harga beras lebih disebabkan karena banyaknya permintaan, bukan karena adanya gagal panen di beberapa tempat. Menurutnya, kenaikan harga beras sudah terjadi pada tingkat pengecer. ”Saat ini kebutuhan beras sangat tinggi, namun persediaannya masih cukup banyak,” kata Dewi. (thd/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.