Kampanye Pakai Seragam, Ditegur

359

BATANG – Lantaran menggunakan fasilitas dan menyalahi wewenang sebagai pejabat negara dalam berkampanye Pilpres, Wakil Bupati Batang Soetadi, ditegur Panwaslu. Soetadi. Selasa (17/6) siang ditegur karena melakukan orasi politik pada jam kerja, di Gedung Golkar, Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Batang dengan masih menggunakan seragam dinas lengkap.
Di hadapan ratusan kader Partai Golkar, partai yang mendukung capres Prabowo – Hatta, Soetadi memberikan arahan dan mengajak agar seluruh kader Partai Golkar di Kabupaten Batang dapat memenangkan pasangan tersebu dengan mengajak tetangga atau saudara untuk memilih Prabowo-Hatta pada tanggal 9 Juli nanti.
Fahrudin, 47, warga Desa Warungasem mengungkapkan, bahwa agenda utama rapat internal Partai Golkar adalah mendengarkan arahan dari Wakil Bupati Batang Soetadi, yang menjabat sebagai anggota Dewan Pembina DPD Partai Golkar Kabupaten Batang. Menurutnya, Soetadi adalah salah satu tim sukses Prabowo-Hatta. ”Ajakan dan arahan dari Soetadi, sebagai Wakil Bupati Batang untuk memenangkan Prabowo-Hatta wajar. Karena yang bersangkutan adalah anggota tim sukses,” ungkap Fahrudin.
Soetadi, ketika dikonfirmasi mengatakan, bahwa dirinya tidak sempat berganti baju karena sebelumnya mengadakan acara di Kecamatan Pagilaran. Menurutya, acara dalam halaman Gedung Golkar adalah rapat internal partai, bukan kampanye atau orasi politik.”Ini hanya rapat internal partai, untuk memberikan dukungan, agar kader partai mensukseskan pemenangan pasangan Prabowo-Hatta,” kata Soetadi.
Dia juga menandaskan, disamping memberikan arahan dan dukungan pada kader partai, dirinya juga menyampaikan, bahwa berkat kerja keras Hatta Rajasa, pembangunan PLTU di Kabupaten Batang dapat dilaksanakan. ”PLTU ada di Kabupaten Batang, itu juga berkat perjuangan Hatta Rajasa, maka selayaknya kita mendukung Prabowo Hatta,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Divisi Penanganan Pelanggaran dan Sengketa Pemilu, Kabupaten Batang, Turno menegaskan, bahwa keterlibatan Soetadi dalam memberikan orasi politik, meski bersifat rapat internal DPD Partai Golkar, dan menggunakan seragam dinas, yang bersangkutan tetap pejabat negara dan melanggar aturan. “Melakukan orasi politik pada jam kerja, jelas melanggar aturan,” tegasnya.
Turno juga menandaskan, bahwa Panwaslu akan melakukan pengecekan pada Wakil Bupati, Soetadi, apakah yang bersangkutan, sudah melakukan izin cuti atau belum.”Kalau melanggar dan salah, maka nantinya akan kita tegur,” tandas dia. (thd/ric)