Kejati Panggil Ulang Pejabat Bank Jateng

286

Dugaan Korupsi Aplikasi CBS
 
PLEBURAN – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah akan memanggil ulang Direktur Operasional Bank Jateng Bambang Widiyanto, tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan aplikasi Core Banking System (CBS) di bank tersebut senilai Rp 35 miliar. Hal itu dilakukan setelah pihak Kejati Jateng mendapat kabar jika Bambang telah keluar dari RS Telogorejo, tempat dirinya dirawat karena sakit.
”Kami akan pastikan dulu kesehatannya. Jika memang memungkinkan akan kami panggil ulang,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Jateng, Eko Suwarni kepada Radar Semarang, Rabu (18/6).
Disinggung mengenai rencana Kejati menunjuk dokter independen dari pemerintah untuk memeriksa Bambang, Eko mengatakan kalau hal tersebut tetap akan dilakukan. Pasalnya, dokter tersebut dibutuhkan untuk memastikan kondisi yang bersangkutan benar-benar sehat. ”Yang jelas tetap akan kami lakukan,” tegasnya.
Terpisah, Humas RS Telogorejo Nana Noviada saat dihubungi membenarkan jika Bambang Widiyanto telah keluar dari RS Telogorejo. Menurutnya, Bambang sudah tidak dirawat di RS tersebut sejak 12 Juni 2014 lalu. ”Terkait bagaimana kondisi kesehatannya, hal itu tidak bisa dijelaskan. Karena terkait kode etik,” ungkapnya.  
Seperti diketahui, Bambang merupakan satu dari dua tersangka yang telah ditetapkan Kejati Jateng dalam kasus ini. Selain Bambang, juga Pimpinan Cabang Utama Bank Jateng Susanto Wedi. Surat perintah penyidikan tersangka Bambang yang juga mantan Kepala Divisi Akuntansi dan Pusat Data Elektronik Bank Jateng, terbit dengan nomor Print-9/O.3/Fd.1-03/2014 tanggal 4 Maret 2014. Sedangkan untuk tersangka Susanto Wedi yang juga mantan Kepala Biro Perencanaan dengan nomor Print-10/O.3/Fd.1-03/2014. Kedua surat itu tertanggal 4 Maret 2014.
Senin (2/6) lalu, penyidik Kejati telah menahan Susanto Wedi untuk memperlancar proses penyidikan. Penyidik awalnya memanggil keduanya untuk diperiksa. Namun, Bambang tidak hadir memenuhi panggilan karena sakit. Penyidik juga masih menelusuri keterlibatan mantan Direktur Utama Bank Jateng berinisial H (Haryono), serta rekanan penyedia CBS.
Dalam tahap penyelidikan, kejati sudah meminta keterangan dari berbagai pihak. Di antaranya, pihak Bank Jateng dan rekanan penyedia sistem. Dugaannya, proyek dipaksakan. Karena sistem yang lama masih bisa digunakan. Jenis software yang digunakan Bank Jateng adalah bancology, Sigma-AlphaBITS Core System, untuk konvensional dan syariah.
Untuk Sigma-AlphaBITS Core System yang dipakai Bank Jateng diduga tidak memenuhi kriteria yang disepakati. Kerugian dalam kasus ini diperkirakan mencapai Rp 5 miliar. Bank Jateng melakukan pengadaan CBS pada 2006. Proyek ini menghabiskan dana Rp 35 miliar. CBS merupakan software untuk sistem perbankan yang dipakai memproses loan, saving, customer information file serta layanan perbankan lainnya. (fai/aro/ce1)