Napi Teroris Di-Nusakambangan-kan

316

MAGELANG – Warga binaan Lapas Cipinang Jakarta yang dipindahkan ke Lapas IIA Magelang pada Desember 2013 lalu, akhirnya dipindahkan ke Nusakambangan, Cilacap, Rabu (18/6). Narapidana tersebut adalah Laode Afip terpidana 8 tahun, Helmy Priwardani, Kiki Mohammad Iqbal dan Fahrul Ruji Tanjung terpidana 6 tahun. Pemindahan ini terkait keterlibatan mereka dalam bentrok terhadap petugas keamanan yang dipicu oleh kesalahpahaman mengenai waktu bezuk.
Kepala Lapas IIA Magelang, I Made Dharmajaya membenarkan pemindahan empat teroris tersebut. Proses pemindahan dilakukan dini hari sekitar pukul 02.00, supaya tidak mengaggu lingkungan sekitar dan keamanan selama perjalanan ke Cilacap.
“Kami mendapat surat perintah dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) yang berisi pemindahan empat napi teroris itu. Proses pemindahan di malam hari dengan pertimbangan keamanan dan kelancaran,” katanya kepada Radar Kedu.
Made menjelaskan, pemindahan itu untuk menjaga kenyamanan para napi lain. Sejak adanya keributan itu, tahanan yang lain terganggu psikologinya. Sehingga lebih baik dipindah, agar tidak terjadi hal yang sama seperti 4 Juni lalu. Proses pemindahan itu dengan pengawalan yang ketat dari Polri. Untuk menjaga keamanan, beberapa anggota Polres Magelang Kota berjaga-jaga hingga situasi aman kembali.
Seperti diketahui pada Rabu (4/6) lalu, empat narapidana teroris yakni, Laode Afip, Helmy Priwadani, Fahrul Ruji, dan Kiki Mohammad Iqbal memukul petugas Lapas IIA Kota Magelang hingga mengalami luka. Kejadian bermula ketika para napi hendak dibezuk oleh rombongan keluarganya yang berjumlah 15 orang termasuk sopir dan sanak keluarganya.
Lantaran jumlahnya terlalu banyak, rombongan tidak diizinkan untuk masuk bersamaan. Harus bergantian. Sesuai aturan pembezuk satu narapidana maksimal hanya 5 orang. Jika lebih dari itu, Lapas akan mengisyaratkan secara bergantian dengan ketentuan 30 menit masing-masing pembezuk.
Saat itu, pembezuk tidak mau keluar dari ruang bezuk kemudian ditegur oleh petugas agar segera keluar karena waktu sudah 30 menit.
Tidak terima dengan teguran petugas yang berkali-kali menyuruh keluar dari ruang bezuk, empat warga binaan kasus teroris ini pun mengamuk. Mereka memukuli petugas hingga mengalami luka di bagian wajah. Edi Hermawan yang menjabat sebagai staf Bagian Bimbingan Kerja dan petugas keamanan Herliadi mengalami luka di bagian pelipis. (mg4/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.