Nunggu 20 Tahun, Akhirnya Bersertifikat

371

TEMANGGUNG—Sebanyak 200 kepala keluarga (KK) dari Desa Sugihwaras Kecamatan Bejen, Temanggung akhirnya mendapatkan sertifikat tanah, setelah menunggu selama 20 tahun. Penyerahan secara simbolik dilakukan oleh Bupati Temanggung, Banbang Soekarno bersama penerima lain se-eks Karesidenan Kedu di Pendopo Pengayoman setempat, Senin (16/6).
Seorang di antara penerima sertifikat, Mursiah, 50, asal Desa Sugihwaras, Kecamatan Bejen, saat ditemui usai penyerahan sertifikat, mengatakan, sudah berupaya mencari sertifikat sejak tahun 1994. Baik lewat program biasa maupun bersama-sama, namun upaya tersebut selalu gagal. Sampai akhirnya ada program konsolidasi pengurusan sertifikat tanah bagi warga, dan mereka juga ikut mendaftar.
“Akhirnya, sertifikat tanah miliknya ukuran sekitar 90 meter persegi itu sudah terbit, dan diterima. Kami sangat senang, sebab sebelumnya sudah pasrah karena sangat kesulitan mengurus sertifikat tadi,” jelasnya sambil menambahkan, bahwa sertifikat miliknya ini akan disimpan dulu.
Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Temanggung, Hartoyo saat diminta konfirmasi membenarkan, bahwa sekitar 200 KK warga Sugihwaras harus menunggu 20 tahun untuk memperoleh sertifikat. Pasalnya, tanah milik warga itu termasuk kriteria tanah tidak beraturan sehingga cukup kesulitan untuk mengurusnya.
“Tetapi, akhirnya diurus lewat program konsolidasi sehingga tanah warga Sugihwaras dapat diselesaikan. Program konsolidasi merupakan kali pertama diterapkan di Jawa Tengah,” paparnya.
Hartoyo menjelaskan, kesulitan pengurusan sertifikat bagi warga Desa Sugihwaras, Bejen itu karena tanah warga Sugihwaras yang ditempati sekarang merupakan tanah relokasi. Semula, katanya, 200 KK itu menempati tanah di Dusun Gumiwang, Bejen. Setelah terjadi bencana tanah longsor dan tanah bergerak mereka dipindahkan di Desa Sugijwaras.
“Sertifikatnya sudah diterima oleh warga dan agar dijaga dengan baik, karena merupakan pengakuan dari pemerintah atas hak tanah milik warga,” paparnya.
Ia menyebutkan, selain sertifikat tanah milik 200 warga Sugihwaras, Bejen, BPN Temanggung juga menyerahkan secara serentak sebanyak 3.570 bidang yang meliputi tanah wakaf sebanyak 33 bidang, restitusi tanah 100 bidang, instansi 14 bidang, MoU sebanyak 4 bidang dan sisanya merupakan sistim prona.
Sementara Kepala BPN Jateng, Samad Sumarta mengatakan, BPN diberikan tugas 120.000 yang harus diselesaikan untuk penyertifikatan tanah di Jateng. (zah/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.