Semalam, Rampas Tiga Motor

390

BARUSARI – Kasus perampasan dengan senjata tajam terus saja terjadi di Kota Semarang. Meski polisi sudah sering menangkap sejumlah pelaku, tapi kasus ini terus saja terjadi.
Terakhir, Unit Reskrim Polsek Semarang Tengah berhasil menangkap 3 anggota komplotan perampas motor dan masih memburu 3 orang lainnya. Komplotan ini dalam semalam merampas 3 motor milik anggota klun otomotif yang sedang nongkrong di Jalan Pemuda, Minggu (15/6) dini hari.
Ketiga pelaku perampasan yang ditangkap adalah Bagas Agung, 20, warga Miroto, Pekunden, Semarang Tengah; Zainal Nur Ramadhan, 19, warga Mustokoweni Tengah, Semarang Utara; serta Tomi Prihastomo, 19, warga Jalan Kawi, Candisari. Sedangkan tiga pelaku lain yang masih buron yakni Adi Pesek, Andi Ngeweh, serta Surya.
Perampasan ini bermula ketika Adi Pesek menyerempet penjual jagung di dekat klub pemilik sepeda motor Suzuki Satria nongkrong di Jalan Pemuda. Saat Adi hendak meminta maaf, sejumlah pemuda komunitas Satria FU nyaris memukulinya. Karena sendirian dan takut, akhirnya Adi pergi serta menghubungi Bagas dan rekan-rekannya. ”Saya ditelepon Adi, dia minta tolong karena mau dikeroyok di Jalan Pemuda,” aku Bagas.
Mendapat kabar itu, Bagas, Zainal, Tomi, Andi dan Surya langsung mendatangi Adi. Sebelum berangkat, Bagas menyiapkan pedang sepanjang 50 cm dari rumah. Sampai di Jalan Pemuda, Bagas mengaku mengeluarkan sajam dan menyeret di sepanjang jalan. ”Saya niatnya hanya mau minta penjelasan. Sajam dibawa untuk jaga-jaga,” imbuhnya
Melihat enam pemuda membawa sajam, kontan saja anggota klub Satria bubar. Sebagian bahkan lupa membawa pergi motornya yang masih diparkir di tepi jalan. Ketika Bagas Cs tiba di lokasi, sudah tak ada lagi anggota klub yang tersisa, hanya ada sejumlah motor yang tak sempat dibawa kabur pemiliknya. Jengkel, mereka akhirnya mengambil 3 motor yang ada. ”Langsung dibawa tiga motor, kuncinya semua (masih) menempel,” tambah Zainal.
Polisi yang mendapat laporan kasus ini langsung menelisik keberadaan para perampas tersebut. Hasilnya, 3 orang berhasil dibekuk. Motor rampasan masih disimpan di rumah Bagas dan belum sempat dijual. ”Saya tidak bacok dan tidak bawa motor. Cuma tidak terima jika teman dalam masalah,” kata Zainal.
Kepala Polrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono mengatakan, Bagas Cs sudah menjadi target pencarian polisi. Mereka diduga sudah kerap beraksi di Semarang. Cukup beralasan, karena pelaku sudah menyiapkan sajam dan profesional dalam melakukan aksinya. ”Kami masih memburu tiga pelaku lain. Mereka merupakan pelaku yang kerap meresahkan masyarakat,” katanya.
Djihartono menambahkan, Bagas Cs cukup sadis dalam melakukan aksinya. Mereka tidak segan melakukan pembacokan. Mereka bakal dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian disertai kekerasan dengan ancaman 12 tahun penjara. ”Kami akan terus memberantas aksi perampas bersajam di jalanan. Selain penindakan tegas, patroli terus digalakkan,” tambahnya. (fth/ton/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.