Siang Tempat Bermain Anak, Malam Bertebaran Kondom

758

Melongok Keberadaan Taman Kartini Temanggung

Taman Kartini Temanggung merupakan ruang terbuka hijau (RTH) yang menjadi tempat rekreasi bagi masyarakat Temanggung. Namun, tempat yang sama juga diduga digunakan untuk esek-esek. Hal ini diketahi dari banyaknya kondom yang bertebaran di taman yang terletak didepan Stadion Bhumi Phala ini. Seperti apa?

ABAZ ZAHROTIEN, Temanggung

Berteduh di bawah rindangnya pohon di Taman Kartini merupakan hal yang sangat nikmat pada siang hari. Apalagi, rumput hijau dan aneka mainan yang ada memanjakan pengunjung, khususnya bagi anak-anak. Berbagai permainan disajikan dan tidak kurang dari 1.000 orang setiap hari mengunjungi taman ini.
Taman yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, yang menjadi ‘gerbang’ masuk ke Stadion Bhumi Phala ini menawarkan suasana yang nyaman untuk bersantai. Disediakan tempat duduk dengan beragam bentuk yang menarik membuat taman ini menjadi suguhan yang nyaman ditengah sumpeknya kawasan kota.
Pada sisi kiri taman, perpustakaan daerah menjadi tempat alternatif lainnya. Di perpustakaan ini juga tersedia koleksi pustaka yang dapat menjadi sarana refreshing yang berbau pengetahuan. Taman Kartini ini juga menyediakan kolam renang anak-anak yang semakin memanjakan pengunjung untuk berlama-lama ditempat ini.
Namun, ‘luka lama’ Taman Kartini yang pada sebelum direnovasi dulu menjadi ajang mesum, kini belum sepenuhnya pudar. Pasangan muda-mudi yang berduaan di tengah gelap malam taman ini acapkali masih melakukan hal yang sama. Hal ini diketahui dari banyaknya kondom yang tersebar di kawasan taman kota ini.
Kondisi yang gelap pada malam hari tanpa penerangan yang cukup semakin menambah kelengkapan tempat ini sebagai ajang mesum. Di dalam RTH yang saat ini masih dalam pengelolaan Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Olahraga (Dinbudparpora) ini bahkan kerap ditemukan hal-hal yang tidak sewajarnya ada dalam taman kota.
“Di sepanjang jalan baru, Taman Kartini, dan belakang stadion memang kerap saya lihat pasangan muda-mudi yang tengah bermesraan. Baik duduk di atas sepeda motor ataupun di dalam taman sendiri,” kata Prasetyo, 36, warga yang tinggal di seputar kota.
Hal tersebut, menurutnya mudah ditemukan pada saat malam hari yang memang terkenal gelap. Sebabnya adalah kurangnya pencahayaan di sana. Sangat mudah menitik ada tidaknya muda-mudi yang berada di dalam taman. “Tanda-tandanya kalau ada motor diparkir, tapi tidak ada orangnya, berarti sedang ada yang ngumpet,” tambahnya.
Di sisi lain, pihak dinas yang menjadi pengelola mengakui fenomena tersebut. Merekapun mengklaim tidak tinggal diam atas laporan yang masuk terkait aktivitas malam di tempat tersebut. “Sering kami dapat laporan petugas kebersihan bahwasanya di sana ditemukan bekas kondom. Kami telah usulkan pengadaan dan penambahan lampu untuk menghindari hal-hal negatif yang timbul. Namun, sejauh ini laporan ke Bagian Umum belum mendapat respons,” kata staf Dinbudparpora Kabupaten Temanggung, Agus F.A.
Padahal Taman Kartini sejauh ini menyumbang andil besar dalam penilaian Temanggung dalam meraih predikat Adipura. Kabid Pengelolaan, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Temanggung, Sururul Huda, mengatakan, sejauh ini RTH memiliki andil besar dalam kembali terpilihnya Temanggung dalam meraih penghargaan Adipura. “Taman Kartini termasuk dalam RTH atau taman-taman yang selama penilaian memberi kontribusi positif. Ini patut kita jaga,” tandasnya. (*/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.